Tampilkan postingan dengan label LIFE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIFE. Tampilkan semua postingan

Social Act

Rabu, 05 Oktober 2011

| | | 0 komentar
I have just back from my Social Act at Cijeruk, Bogor after stayed there for 4 days, from September,29 until October, 2 2011. Well, it is not a far different with "live in" when i was tenth grade of SMA, but I think, I learnt and got much more thing from this event. I won't tell the detail of what I'd done there in this posting. I just wanna share about what I've gotten.

Di hari pertama, saat maba putra melakukan shalat Jumat, maba putri diperbolehkan pulang ke homestay masing-masing. Lapar, begitu sampai rumah homestay aku langsung masak mie, untukku dan juga lainnya. Karena masaknya agak lama, aku dan Debora sambil ngobrol dengan Bu Marni, orang tuaku disini. Sementara lainnya di ruang tamu depan atau entah kemana.

Obrolan sekitar 15 menit ini biasa sebenarnya. Cerita keluarga, pekerjaan sehari-hari, bagaimana warga di sini, di mana sekolah, di mana pasar, di mana puskesmas, dan lainnya. Pertanyaan-pertanyaan yang wajar bagi kita yang biasa hidup di kota dengan segala kemudahan akses. Tetapi, jawaban Bu Marni benar-benar membuat prihatin.


"Ibu buruh tani, Bapak juga. Tapi beda tempat"
"Oh, kalau buruh gitu tanahnya bukan punya sendiri ya Bu?"

"Punya orang. Ibu mah gak punya apa-apa"

"Terus Bu, kalau kerja biasanya dari jam berapa sampai jam berapa?

"Ibu si biasanya dari jam 8 sampai jam 4 sore. Kalau bapak bisa sampai malem"

"Maaf bu, kalau boleh tau kerja sehari dapat berapa Bu?"

"Alhamdulillah, Ibu 8000 biasanya, kalau Bapak 20000"


"Oh, sekolah jauh, Neng. Yang sekolah biasanya yang punya motor. Ini anak-anak pada ngaji aja di pesantren Haji X"

Kebetulan Bu Umar punya Cucu, Yus.
"Itu Yus sekolah juga kan Bu? Gimana berangkatnya?"
"Itu pagi-pagi jam 5 berangkat, jalan. Tapi sampai SD aja, nanti juga SMP gak lanjut"

"Loh kenapa, Bu?"

"SMP mahal, Neng. Masuk aja bayar 250.000"

"Bukannya gratis Bu? SMP Negeri udah gratis Bu, ini dari pemerintah"

"Ndak tahu ibu. Kata orang bayar aja gitu."



"Kalau sakit, periksa di mana Bu?"
"Di Bidan biasanya, tapi ini bidannya lagi kuliah jadi tutup. Ibu aja kemarin jatuh ini belum periksa" Dan ibunya ngliatin kepalanya, benjol di bagian belakang, agak biru ungu.
"Enggak diperiksain aja Bu?"
"Enggak, Ibu mah tidur aja kalo pusing. Ini seminggu juga udah enggak kerja"

"Kalau puskesmas atau dokter, Bu?"

"Jauh, naik ojek dulu lanjut angkot. Bolak-balik aja kalo dua orang udah habis neng uangnya"

"Memang, periksa di bidan bayar berapa Bu?"
"5000 udah sama obat, neng."

Aku jadi ingat,
"Alhamdulillah, Ibu 8000 biasanya, kalau Bapak 20000"
"Gue dijatah sehari makan 30000. Sedih deh"


Masih banyak yang di bawah dan berkata "Alhamdulillah". Kalau aku yang ngomong kalimat kedua, aku malu denger ibunya ngomong kayak gitu. Mereka tiap hari berhadapan dengan keterbatasan, yang bukan karena dibatasi, tapi karena memang tak bisa lebih. Kita sempat ngobrol soal keinginan yang belum diwujudkan, dan Bu Marni terdiam dulu sebelum akhirnya menjawab memperbaiki rumah. Mereka yang terbiasa dalam keterbatasan, sepertinya terbiasa pula membatasi keinginan mereka bahkan melupakannya. Tetapi kita yang cukup, bukannya merasa puas, justru semakin dibayangi tambahan keinginan. Dari sini, aku belajar: pertama, soal rasa syukur; kedua, kunci kecukupan adalah penerimaan oleh diri kita sendiri.

Waktu aku sharing sama temenku yang lain, ternyata ada dari mereka yang punya cerita lebih memprihatinkan. Ceritanya, di rumah homestay temenku ada anak kecil, nah anak ini sakit. Dibawalah berobat ke bidan dan dikasih obat dalam plastik. Beberapa hari kemudian badan anak ini biru-biru. Sepertinya karena kebocoran pada plastik pembungkus obat.Ini masalah kesehatan. Ini Bogor, dan seperti ini. Kota kecil? Luar jawa? Pulau-pulau? Perbatasan? Masih seperti ini, Indonesia kita.
Saat kak Irvan orasi, "Apa yang bisa kalian lakukan untuk negeri ini?"

Rasanya seperti ada tuntutan dari masyarakat. Beban pertanggungjawaban.
Kita mahasiswa, dan berkesempatan lebih dari mereka. Lalu apa gunanya kalau hanya jadi menara? Tujuan utama belajar adalah pengabdian, dan itu yang masyarakat harapkan dari kita.
Ayo berbagi dan berkontribusi dari sekarang. Mulai peduli dengan sekitar.
Ada kata-kata Bu Umar yang benar-benar dalem,

"Neng, kalau nggak tugas nggak ke sini ya?"


Selama ini, mungkin begitu image masyarakat desa tentang kita yang dari kota. Para pemimpin hanya datang saat pemilu dan tak peduli lagi. Apapun kita nanti, jangan semakin memperlebar gap itu. Mereka rakyat, kita rakyat.


Ambisi dan Misi

Selasa, 11 Januari 2011

| | | 0 komentar
Hem...
Agak suwung juga aku sampai nulis hal kayak gini.
Tapi postingan ini untuk meluruskan antara apa yang terlihat dan apa yang sebenarnya.

He.... jujur aja ini gara-gara tulisan temenku tentang mengalahkanku, membalikkan kedudukan, semacam itulah.
Yah, bagus sih kalo dia punya ambisi. Tapi soal membalikkan kedudukan itu,duh, mending sama-sama di atas aja deh. Hehe...

Temenku itu sendiri ngaku kok kalo dia emang ambisius. Katanya kalo udah serius sampe stress, magnya bisa-bisa kambuh gara-gara lupa makan.
Aku komentarin, "Kamu og, keseriusen."
Dia bilang, "Lah gini aja aku belum bisa ngalahin kamu og. Kamu pinter murni yo, Lit. Nyantai aja nilainya masih bagus."

Hem.
Nyantai.

Aku gak mau membenarkan itu sepenuhnya.

Yah, iya sih.
Aku tak seambisi orang-orang yang membawa dan membuka buku dimana dan kemana saja
Atau mengerjakan soal sampai lupa makan istirahat dan main

Tapi
Mungkin dia gak bakal bilang aku nyantai,
Kalau tau bahwa tak semua ambisi harus ditunjukkan.
Kita punya waktu lebih banyak daripada apa yang terlihat
dan tak semua yang dilakukan harus diperlihatkan
Kalau dia tau bahwa aku saking terbiasanya dengan 24 jam-ku

He, maaf bukannya mau sok.
Tapi aku lebih suka dianggap berhasil karena usaha dan bukan modal tok.

Soal misi,
Yah...Mengalahkan itu motivasi yang cukup kuat.
Tapi kalau kita berpatokan dengan orang lain, kita lebih cepat lelah.
Aku merasakannya sendiri.
Lakukan saja apa yang terbaik yang kita bisa. Aku gak mau lagi ngebandingin dengan apa yang orang lain capai. Capek, sebel, jadinya malah gak konsen sendiri setiap denger, yang mau kita kalahin lagi-lagi dapet hasil yang lebih memuaskan.
Yang gawat dari misi tipe ini, bisa bikin kita stress sendiri.
Untuk yang kuat, gak papa sih. Tapi kalo punya sakit, bisa-bisa kumat, yah mungkin kayak temenku tadi.

Intinya, gak usah menjadi ambisi hanya untuk sebuah misi tentang orang lain.
Yang kita perlu lakukan adalah misi 'mengalahkan diri sendiri' agar bisa menjadi ambisi.

Kalo kita bisa punya ambisi yang murni untuk jadi lebih baik
Kita akan menikmati ambisi itu sendiri.

2010-2011

Jumat, 31 Desember 2010

| | | 0 komentar
31 Desember

Tanggal ini pasti penuh arti untuk semua orang

Pergantian tahun

Penutupan
Perubahan
Permulaan
Perjalanan
Perbaikan

.............................................

Bagiku, sebenarnya Tahun Baru tak begitu spesial
Hanya momen penambahan 1 tahun, yang dirayakan secara massal
Khusus tahun ini, aku lebih tak ingin ada Tahun Baru

2011=Tahun tua=Cepet UAN, UAS, UM, SNMPTN=Bingung Kuliah=Pusing
He...

Tapi waktu sama sekali bukan wewenang kita kan,
Jadi ambil positifnya saja,
PERBAIKAN
(semoga)

Tiap tahun baru, semua rame
Jalanan-Trotoar-Tempat makan-Lapangan rame
SMS juga rame

Kebanyakan isinya "Happy New Year!!!"atau doa yang ada embel-embel "Sebar ke orang yang...."
Sebenarnya asalnya dari mana, coba? --"
Gitu toh, tetap aku sebar. Setidaknya aku mengirim secara tulus dan benar-benar meng-Amin-i doa dalam sms itu.
Walopun, mungkin ada salah satu dari yang aku kirimi, berpikir bahwa itu konyol.
He....

Tahun Baru

Sebelum ke depan, aku mau review 2010

Aku, berterima kasih
Pada semua yang telah memberiku senyuman
atau kepahitan
Terima kasih,
Untuk kesediaan foto-foto dan kenangan
Terima kasih,
Untuk semua hantaman, kekuatan, dan pelajaran
Terima kasih,
Untuk setiap waktu yang diluangkan
Terima kasih,
telah memberiku 2010 yang berkesan

Maaf, kalau aku menyebalkan
menyusahkan, merepotkan,
dan memalukan

Semoga,
Tahun 2011
Kita semua dapat melangkah lebih mudah
Bisa memilih lebih bijak
Bisa melakukan banyak hal
Dengan usaha lebih baik dari sekarang

Semoga,
Masih ada harapan yang lebih indah
dan semoga,
Kita tetap ingat pada semua yang sudah

Good Bye, 2010
Welcome, 2011

Secuplik cerita radio

Kamis, 23 Desember 2010

| | | 0 komentar
Ada sedikit cerita yang ingin kubagi.
Mungkin diantara kalian ada yang pernah dengar atau baca kisah ini.
Tapi, menurutku ini bagus, jadi maaf kalo ngulang,
................

Ada seorang anak yang merasa nasibnya sangat buruk. Nilai sekolahnya jelek, bertengkar dengan sahabatnya, dan ia merasa selalu sial pada semua yang dilakukannya.

Suatu hari, ia mengadu pada ibunya,
" Ma, kenapa sih nasibku selalu sial?"

Ibunya, yang saat itu sedang membuat kue, hanya diam sambil meneruskan pekerjaannya.
Tak lama, roti itu pun jadi. Baunya sangat wangi dan menggiurkan.

"Maukah kau mencoba roti ini?" tawar ibu itu pada sang anak.

"Tentu saja, rotimu adalah yang terenak." jawab sang anak sambil hendak meraih roti hangat itu.

"Eit, bagaimana kalau kau sebelumnya makan mentega saja?"
"Kau bercanda, Ma" jawab sang anak
"Kalau begitu, telurnya saja?"
"Oh, Ma, itu menjijikkan"
"Atau kau mau coba tepungnya saja?"
"Please, Ma, itu semua bukan makanan."

Lalu ibunya berkata,
semua itu kalau kau lihat satu persatu memang terlihat menjijikkan,
tapi jika semua disusun melalui cara yang benar,
dan kau bersedia menunggunya matang,
kau akan nikmati roti yang sangat enak.

Tuhan pun mengatur demikian,
mungkin kau melihat setiap kejadian yang menimpamu sebagai suatu yang buruk.
Tapi jika kau mampu menghadapinya dengan sikap yang benar dan sabar
Kau akan rasakan hasil yang enak nantinya.
...................
Yah, begitulah.

Tidak Adil

Minggu, 17 Oktober 2010

| | | 0 komentar
Pernah merasa diperlakukan tidak adil?


Bagaimana kita tahu kita diperlakukan tak adil?

Karena kita pernah diperlakukan adil, sebenarnya.

Jadi, saat kau merasa diperlakukan tak adil,

Bersyukurlah,
Setidaknya,

Ada saat kau bisa mengenang saat kau diperlakukan adil

GURUN

Rabu, 22 September 2010

| | | 2 komentar
Capek ni, dari kemaren nulis menye2 terus :P
Yah, actually, there's nothing happen and I'M FINE !!!
Cuman iseng aja. Yah...iya sih ada inspirasi sdikit, tapi gak sedramatis itu juga, hhe..
Buat yang baca, dan mikir macem-macem,
Maaf ya...;)

Sekarang, q mau sedikit cerita tentang 'GURUN'
Kemarin q baca sedikit tentang gurun.
Yah, seperti kita tahu, gurun hanyalah kumpulan pasir2 berbukit, panasss, tandus, dan gersang
Yah, walopun bagus juga dilihat di foto sih..
Tapi tetep aja, gak ada apa-apa di sana
Tanaman gak tumbuh (kecuali kaktus sih),
Kalo pas badai juga bisa bahaya,
Ada sih Oase. Tahu kan? Mata air di gurun yang ada tanamannya juga
Itupun jaraaaaaaaang banget
He, kesannya jadi gurun tuh jelek banget
Sampai2 ada temenku bilang
"Kalo kesasar, mending aku mati di hutan aja daripada di gurun"
Hahaha....Kasian banget nasib si gurun.
Ya, iya juga sih, dulu aku juga sempet mikir,
"Kenapa sih harus ada gurun?"
Tapi, setelah aku pikir-pikir,
Mungkin...

Gurun itu ada,
Agar oase terasa keindahannya :)

Wanita Kuat

Sabtu, 18 September 2010

| | | 0 komentar
Aku kenal, seorang wanita yang sangat kuat.
Superhero? Oh.., bukan.
Dia nyata dan dekat denganku sekarang.

Tubuhnya memang tak sekeras baja, tak bertulang besi, tak bersayap, atau bahkan bisa menghilang
Dia juga tak punya kekuatan memutar waktu
Ataupun kekuatan-kekuatan sihir fantastis
Tapi dia selalu ada untukku, membantuku,
Bahkan tanpa aku pernah meminta
Dan selalu memberi lebih dari apa yang kubutuhkan

Aku tahu miliknya terbatas, tak banyak memang
Tapi dia akan terus berjuang memenuhiku,
Walau seorang diri

Tubuhnya pun mungkin lebih ringkih dariku
Tapi jiwanya keras, kuat, berperisai
Bahkan, sabar menerima apa yang ada sekarang
Menghadapi **********

Kalau ada yang kurang darinya,
Itu mungkin waktunya untukku
Bukan, sebenarnya,
Akulah yang terlalu membutuhkannya
Tapi aku tahu, apapun yang dilakukannya,
Itu semua untukku

Mungkin terlihat dia tak pernah mengkhawatirkanku
Tapi sebenarnya,
Ia hanya tak ingin menggangguku
Ia menyayangiku dengan caranya yang lain
Mungkin ia memang tak pernah ada ketika aku pulang,
Tak ada ketika aku mengerjakan tugas
Tapi aku tahu, dia melingkupiku, dan akan selalu melindungiku

Dan...
Wanita itu adalah Ibuku.

Lita sayang mama :)

(Maaf, bagian ***** tidak bisa ditulis karena yah... alasan teknis ;P)

Aku dan Dunia

Jumat, 17 September 2010

| | | 2 komentar
He, iseng-iseng aja nih,
Gara-gara waktu mudik lihat banyak orang, jadi mikir,

Seberapa arti kita bagi dunia?
Di antara banyak orang begini, sama saja kan, apa spesialnya kita?
Kalo kita gak ada, kayaknya dunia akan tetap sama saja, berjalan apa adanya?

He, kayak pemikiran orang yang putus asa ya?
Tapi serius, q mikir, kita itu, setitiknya dari dunia aja gak ada
Dari luar bumi, kita aja gak terlihat
Apa lagi dari seluruh jagat raya?
Apa spesialnya kita?

Waktu berhenti di pom bensin,
Rame banget, Mushala antri, orang-orang pada shalat
Banyak juga yang kerudungan
Banyak juga yang ngaji
Banyak yang kasih sedekah ato masukin infaq
Lalu, apa yang beda dari aku di mata Allah?

Aku ngerasa, yah, mungkin selama ini aku sudah lupa,
Aku ini kecil, gak ada apa-apanya
Ibadahku juga masih taraf ibadah orang awam
Aku bangga, dengan apa yang berlalu di sekitarku
Sudah puas, santai-santai
Padahal, itu cuman setitik bagian dari dunia
Dan bagian-bagian lain di luar sana ternyata lebih hebat

Yah, ini emang sekedar pemikiranku aja sih,
Tapi ini bener-bener harus direnungin
Seberapa besar kita sadar kedudukan kita?
Bahwa kita gak ada apa-apanya?

Semoga, bisa memotivasi kita buat jadi lebih baik lagi
Amin :)

TPQ 2010

Selasa, 07 September 2010

| | | 0 komentar
He,,, aku mau sedikit cerita ni..
Percaya ato tidak, aku jadi guru TPQ di masjid deket rumahku loh, he......:P
Entah gimana kalian mbayangin nasib murid-muridku
Tapi yah, setidaknya aku bertahan hingga hari ini, H-2 Lebaran

Jadi, apa sih yang aku lakuin?
Jadwal formalnya sih, cuman ngajarin ngaji, shalat, wudhu, dan sisanya MAEN-MAEN.
Cuman, berhubung isinya anak-anak cendol semua, jadwalnya jadi MAEN-MAEN, ntar disisipin pelajaran agamanya dikit-dikit, he...P *Guru yang tidak baik :/*
Tapi, enak kok. Entah karena biasanya aku gak ada adik dirumah. Mereka lucu-lucu sih, tapi ada juga yang nge be-te in. Hah... biar deh, sekalian belajar sabar.

Yah, tapi gak cuman itu aja. Karena ngajar di TPQ, tiap hari aku juga BUBAR disana. Enak lah..Tiap hari dapet Ta'jil gratis, bareng-bareng lagi, he.....:D. Plus-plusnya, aku juga latian bikin yang kaya ondel-ondel tuh buat takbiran sama belajar nyulam. Enak lah pokoknya. Semoga aja taun depan masih bisa kaya gini
:)

Oriflame

Rabu, 21 April 2010

| | | 0 komentar
Huwoo...
Q mo gabung jadi member Oriflame ni..
Nah.. q cuma mo share aja, mungkin ada yang berminat ( kalo ada, contact me ya =D)

Mungkin pada mikir kalo jadi member berarti pake produknya rutin,
atau mikir harus bayar keanggotaan tiap bulan,
atau mikir harus jualan segini-segini,
Sebenarnya.... GAK SAMA SEKALI !!

Jadi member kita cuman ckup bayar di awal, dan tiap bulan kita dapet 1 katalog gratis,
(tapi yah kalo mo nambah beli sndiri)
Terus, kita ngapain sih?
Jadi ada 3 golongan orang yang jadi member oriflame:
1. 80 % make sendiri. Mereka adalah pemakai produknya rutin. Dengan jadi member, mereka dapet diskon 30% kalo beli.
2. 10% jualan. Nah, karena kalo beli sendiri lebih murah 30%, kalo dijual untung 30%nya buat kita. Jadi misal kita jual produk 100 rb, ntar 30rb nya buat kita.
3. 10% menjalankan bisnis oriflame. Jadi mereka mengajak orang2 disekitarnya buat gabung jadi member. Golongan ini, kunci sukses (kalo ditekuni)

Nah, jadi. Jualan tu gak wajib. Itu cuman buat sampingan. Kalo kita mo nambah2..

Prinsip dari Oriflame adalah..." kita gak bisa sukses sendiri. Kalo mau sukses, harus mensukseskan orang lain", Caranya, ajak orang lain untuk gabung dan bantu mereka untuk mengajak yang lainnya,

Terus, mungkin pada mikir ini kayak MLM ya?
Jawabannya, Mirip sedikit, tapi BEDA !
a. MLM tu nguntungin yang di atas alias yang duluan gabung, sedangkan oriflame, ya..tadi itu bantu membantu. Kalaupun yang di bawah lebih aktif, dia bisa nyalip kok.
b. MLM gak bisa diwariskan. Oriflame, Bisa! Jadi membernya bisa seumur hidup dan bisa siturunkan. Gak perlu memperpanjang kok. Asal dalam 1 th kamu nglakuin transaksi, maka member kamu akan terus aktif
Ya... masih ada detail2 perbedaan lagi sih, tapi pokoknya oriflame BEDA!

Dari mana Oriflame dapat uang?
Oriflame itu dah produk berskala internasional, dan dipakai di banyak negara. Trus dari 80% pemakai itu...Bayangin aja kalo di seluruh dunia. Whoa... Ya...selain itu sahamnya juga sudah diperjualbellikan, jd menjamin transparansi juga

Kenapa banyak yang pake produk Oriflame?
Aman, dari tumbuhan, gak diuji ke hewan, sesuai jenis kulit dan usia, dll..

Untungnya bisnis Oriflame?
Ya itu tadi, kalo ngajak orang berarti ntar poinmu nambah, ntar ada tingkatan2 gitu. Dr 0%-9%, trus manager, director, dst... Mulai manager ini kita dah bisa dapet pendapatan tetap per bulan. Trus dr director, bs jalan2 kluar negeri deh. Gratis.

Caranya gabung?
Bayar 40.000 di awal(kecuali pas promo), isi formulir. Selesai

He, ya kira2 begitulah garis besarnya. Masih ada detail2 nya lagi sih... Untuk info lanjut, contact me yah! Di comment aja.. Kalo yang wil. jateng, pusat Oriflame kan adanya di Semarang, jadi kalo mo gabung, bisa lewat aku aja. Makasih :)