Tampilkan postingan dengan label UI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UI. Tampilkan semua postingan

Finally, the battle is over

Kamis, 02 Februari 2012

| | | 0 komentar
I wanna share about online registration in UI.
It more popular called as Regol (REGistrasi OnLine)

well, regol can be said as one of speciality in UI, purposed to ease students register for the term, anywhere and anytime during the filling period.

....sounds easy?....
hm, check it first

the only way to register in UI is by regol in www.siakng.ui.ac.id
That website contains every data about your lectures: schedule, announcement, score, attendance, until IP, from first to the last semester.

In first semester, since i have very kind mentor, kak Vivi that regist seconders, i don't have any problem with SIAKNG.
Then, now, to register for 2nd semester, i have to do it myself, alone

Actually, i have ever heard about how horrible battle in SIAK,
first i think it just a little bit of lebay. but, after I tried it my self,
in reality, SIAK battle is very aaaaarrrrrrrrrrr
thanks god it just happen once a term

Filling date for 2nd semester begin at Jan 31 9 a.m. Special for FE, it postponed to Feb 1 5 p.m
But, what the hell, at 1 p.m, I received message from Deo,

"Liiiit, SIAK udah bisa dibuka"

quickly i access IRS, and filling it.
but yah, as i said about it's battle, I am lose
From 8 class for 8 subjects, i only get 1 fix class. the rest?
just in Waiting List T.T

Because it open suddenly and there're many cases like me, Birpend (Biro Pendidikan) FE decide that this regol isn't valid and it will be resetted. Although there're some controversions-especially from persons who had got classes, finally SIAKNG is be resetted and regol for FE postponed again to Feb 2nd 5 p.m -________-
oh my god, plis, i even didn't go anywhere from my laptop just for this regol

and i am not the only one that feel like this

@deocaprio: kampreeeeetttkenapa Regol jadinya besooooook!!! gue udah bela-belain ga kemana-mana

@irfanyphalita: gak diulang gpp, tapi plis bisa diganti dong, udah waiting list semua, g bisa diganti pula T.T

@mayangathira: @birpendfeui Pak, apa perlu saya panggil Rhoma Irama dan Soneta.

@irryuupi: ya tuhaaaaan diundur lagiiiii TUHAAAAAAAAAN

@kikeeey: Bang, lo tau ga rasanya waktu Birpend ngasih tau regol SIAK NG bakal di-reset itu kayak apaaaaaa?


and, many more....

and today, the battle begin again.
i turn on my laptop since 8 a.m

4 p.m senam jari
4.30 deg..deg..deg..
4.45 degdegdegdegdeg

demi apa, buat regol segini nervusnya. Seganteng apa sih SIAK?

@dewies entah gue yang lebay, sumpah nungguin SIAK sebegini nervousnya


4.50 refresh refresh
4.56 oh my god! it has been opened.

lab.ing.....G, matela.....A, PA2......A, PE2.....A, Statu.....H, Musik3, Mpk ing......E, Manajemen....C
Yak save, pray...
Ya Allah, give me a class now, plisssss,
after loading, aaaa lalalalala, yayayayayay all is done :D

now regol Puput,
well it's a pretty hard, because SIAK is full connection and can't be accessed :(,
so puput still have 4 waiting class, and it can't be changed
Sorry put....:I

Hm, now how about Deo? suddenly he text,

"Liiiiiit, kelasku drop sendiri, jadwalnya berubah semua, matela jadi B, PA2 jadi B........"
"Aku udah yo, gak ada masalah semua"
"Coba aku ganti kali ya?"
"Iya coba aja."
(after a while)
"Liiiiiit, jadwalku kereset semua, ilang, harus ulang dari awal, mana semua kelas penuh"
......pray for Deo....... --

yah, that's SIAK battle. Haaah, tiring, nervous, and sucks.

@windyocta: gila banget ya nih perang regol

@dewies: gak kuat deh tiap semester kaya gini

@deocaprio: kuliah itu keras

@destput: sampai kapan aku harus menunggumu siaaaaak

@kharismaknr: agak stres nih, belum dapet kelas yang fix :'

@joanrosabella: WL nih ah gila kesel. Gw gatau deh terserah birpend nasib gimana

for me, after everything done,
smileeeeeeee :)


Well Done :)

Rabu, 01 Februari 2012

| | | 0 komentar
For a new college students, one the most important holiday tasks is promoting their college. Moreover for overseas students which its number of mass is minority#curcol

so, we are, perkumpuLAn mahasiWA SemaraNG SEluruh Wilayah UI (Lawang Sewu) thinks that it's very urgent to promote UI in Semarang.

It just a little bit embrassing, a number of students in UI from Semarang-capital city of Central Java, much less than from Purworejo, Pati, Brebes, Tegal, Wonosobo. Nah loh.

Well, after some internal discussion about "why they don't interest to apply in UI?",
we get that it might be because....
1. lack of information about UI
2. perception of lifestyle in Jakarta
3. parents-out of town and pretty far
4. mental

Yah, personally, I'm sure that our quality do not lose from other region's. Then, why????
From some of 3rd grade high school students comments on our roadshow, I think it just about mental. Here it is their's comments:

"UI tu cuma mimpi"
"Saya sadar kemampuan kok"

"pengen sih pengen mbak, tapi masuknya itu...."


......it still January, they haven't prepared, they haven't applied, they haven't tried, but they had thought that they can't. hm...

Some of people think that I don't need high effort to be accepted in UI,
yah, I realize that i didn't pass SNMPTN Tulis or SIMAK UI
but...
I've ever felt when failed in Undangan, cried, then studied and stayed up every day like a crazy
....
until that phone comes.
in my opinion is just UI
the one university that I want
and no matter how it can be,
I have to be accepted there

I wanna share my best friend story, Putri Fuu
she really want HI-UI
she tried Undangan, but she hadn't lucky yet
she tried Tulis, and got TEKKIM UNDIP
...but she still want UI,
she tried SIMAK,......
now Fuu is in TEKKIM UNDIP

Out of that, i think Fuu is a great person
She is brave to try at least
She is ready to fight
and She didn't give up until the last chance

If you really want UI, chase and get it!. Out of ur comfort zone: there is UNDIP, there is UGM.
Make it your first and main option.
at least, try first. If finally you fail, it'll be more honorable.

I know, the competition to be accepted in UI is very tight.
Just remember, it's not only select you based your quality, but also how big you want UI.
Give your best effort for UI and get the best university in Indonesia :)

Life is like a sewer. What you get out of it depends on what you put into it.-Tom Lehrer



Social Act

Rabu, 05 Oktober 2011

| | | 0 komentar
I have just back from my Social Act at Cijeruk, Bogor after stayed there for 4 days, from September,29 until October, 2 2011. Well, it is not a far different with "live in" when i was tenth grade of SMA, but I think, I learnt and got much more thing from this event. I won't tell the detail of what I'd done there in this posting. I just wanna share about what I've gotten.

Di hari pertama, saat maba putra melakukan shalat Jumat, maba putri diperbolehkan pulang ke homestay masing-masing. Lapar, begitu sampai rumah homestay aku langsung masak mie, untukku dan juga lainnya. Karena masaknya agak lama, aku dan Debora sambil ngobrol dengan Bu Marni, orang tuaku disini. Sementara lainnya di ruang tamu depan atau entah kemana.

Obrolan sekitar 15 menit ini biasa sebenarnya. Cerita keluarga, pekerjaan sehari-hari, bagaimana warga di sini, di mana sekolah, di mana pasar, di mana puskesmas, dan lainnya. Pertanyaan-pertanyaan yang wajar bagi kita yang biasa hidup di kota dengan segala kemudahan akses. Tetapi, jawaban Bu Marni benar-benar membuat prihatin.


"Ibu buruh tani, Bapak juga. Tapi beda tempat"
"Oh, kalau buruh gitu tanahnya bukan punya sendiri ya Bu?"

"Punya orang. Ibu mah gak punya apa-apa"

"Terus Bu, kalau kerja biasanya dari jam berapa sampai jam berapa?

"Ibu si biasanya dari jam 8 sampai jam 4 sore. Kalau bapak bisa sampai malem"

"Maaf bu, kalau boleh tau kerja sehari dapat berapa Bu?"

"Alhamdulillah, Ibu 8000 biasanya, kalau Bapak 20000"


"Oh, sekolah jauh, Neng. Yang sekolah biasanya yang punya motor. Ini anak-anak pada ngaji aja di pesantren Haji X"

Kebetulan Bu Umar punya Cucu, Yus.
"Itu Yus sekolah juga kan Bu? Gimana berangkatnya?"
"Itu pagi-pagi jam 5 berangkat, jalan. Tapi sampai SD aja, nanti juga SMP gak lanjut"

"Loh kenapa, Bu?"

"SMP mahal, Neng. Masuk aja bayar 250.000"

"Bukannya gratis Bu? SMP Negeri udah gratis Bu, ini dari pemerintah"

"Ndak tahu ibu. Kata orang bayar aja gitu."



"Kalau sakit, periksa di mana Bu?"
"Di Bidan biasanya, tapi ini bidannya lagi kuliah jadi tutup. Ibu aja kemarin jatuh ini belum periksa" Dan ibunya ngliatin kepalanya, benjol di bagian belakang, agak biru ungu.
"Enggak diperiksain aja Bu?"
"Enggak, Ibu mah tidur aja kalo pusing. Ini seminggu juga udah enggak kerja"

"Kalau puskesmas atau dokter, Bu?"

"Jauh, naik ojek dulu lanjut angkot. Bolak-balik aja kalo dua orang udah habis neng uangnya"

"Memang, periksa di bidan bayar berapa Bu?"
"5000 udah sama obat, neng."

Aku jadi ingat,
"Alhamdulillah, Ibu 8000 biasanya, kalau Bapak 20000"
"Gue dijatah sehari makan 30000. Sedih deh"


Masih banyak yang di bawah dan berkata "Alhamdulillah". Kalau aku yang ngomong kalimat kedua, aku malu denger ibunya ngomong kayak gitu. Mereka tiap hari berhadapan dengan keterbatasan, yang bukan karena dibatasi, tapi karena memang tak bisa lebih. Kita sempat ngobrol soal keinginan yang belum diwujudkan, dan Bu Marni terdiam dulu sebelum akhirnya menjawab memperbaiki rumah. Mereka yang terbiasa dalam keterbatasan, sepertinya terbiasa pula membatasi keinginan mereka bahkan melupakannya. Tetapi kita yang cukup, bukannya merasa puas, justru semakin dibayangi tambahan keinginan. Dari sini, aku belajar: pertama, soal rasa syukur; kedua, kunci kecukupan adalah penerimaan oleh diri kita sendiri.

Waktu aku sharing sama temenku yang lain, ternyata ada dari mereka yang punya cerita lebih memprihatinkan. Ceritanya, di rumah homestay temenku ada anak kecil, nah anak ini sakit. Dibawalah berobat ke bidan dan dikasih obat dalam plastik. Beberapa hari kemudian badan anak ini biru-biru. Sepertinya karena kebocoran pada plastik pembungkus obat.Ini masalah kesehatan. Ini Bogor, dan seperti ini. Kota kecil? Luar jawa? Pulau-pulau? Perbatasan? Masih seperti ini, Indonesia kita.
Saat kak Irvan orasi, "Apa yang bisa kalian lakukan untuk negeri ini?"

Rasanya seperti ada tuntutan dari masyarakat. Beban pertanggungjawaban.
Kita mahasiswa, dan berkesempatan lebih dari mereka. Lalu apa gunanya kalau hanya jadi menara? Tujuan utama belajar adalah pengabdian, dan itu yang masyarakat harapkan dari kita.
Ayo berbagi dan berkontribusi dari sekarang. Mulai peduli dengan sekitar.
Ada kata-kata Bu Umar yang benar-benar dalem,

"Neng, kalau nggak tugas nggak ke sini ya?"


Selama ini, mungkin begitu image masyarakat desa tentang kita yang dari kota. Para pemimpin hanya datang saat pemilu dan tak peduli lagi. Apapun kita nanti, jangan semakin memperlebar gap itu. Mereka rakyat, kita rakyat.


Totalitas Perjuangan

Sabtu, 17 September 2011

| | | 0 komentar
Ini adalah salah satu lagu yang diajarkan saat OKK. Lagu ini, adalah bukti pengabdian kita sebagai mahasiswa dan biasanya jadi penyemangat saat mahasiswa-mahasiswa turun ke jalan melakukan aksi demo. Mars mahasiswa Indonesia. Kalo dinyanyiin bareng-bareng, Whoaa banget deh.

Totalitas Perjuangan

Kepada Para Mahasiswa
yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
di persimpangan jalan
Kepada pewaris peradaban
yang telah menggoreskan
sebuah catatan kebanggaan di lembar sejarah manusia
*Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta
Back to *


OPK (Orientasi Pengenalan Kampus) #Day 2

Jumat, 16 September 2011

| | | 0 komentar
Hari ini...
04.00 : Jam 4? Gila! Tugas!!!!! Duh ketiduran lama banget. Langsung aku ke meja dan mulai BUKA daftar tugas (benerbenergila). Aku kira tugasnya gak jauh-jauh dari yang kemarin yang bisa instan. Hula, apaan.

Buat essay tentang keadaan ekonomi Indonesia dilihat dari aspek moneter! (min 700kt)
Buat essay tentang prospek perekonomian Indonesia dan jelaskan bagaimana pengaruh G20, MEA, dan ACFTA! (min 700kt)
Buat review seminar hari pertama OPK!
Buat essay tokoh idola di FEUI dengan mencantumkan profil lengkap beserta alasan mengaguminya! (min 600kt)

AKU MATI
Aaaaaaaaaaaaaaaaa gimanagimanagimanagimanagimana
Data nggak ada, tak ada koneksi internet, mau keluar cari warnet, wadu....

Ah, kerjain sebisaku aja lah. Yah, dikit-dikit tau lah.
Mulailah ambil folio dan udah mau nulis. Sret.
Loh? Ni pulpen?
Aaaaaaaaaaaaaaaaa pulpen abis dan ini masih jam 4 pagi.
Akhirnya aku keluar kamar dan ngetukin pintu orang,

"Aku Lita, di kamar 16, punya pulpen item yang bisa dipinjem?"

Heran, pada punyanya biru. Untung ada juga yang item akhirnya. Dan mulailah proyek SKS (Sistem Kebut Sejam) ini.
Bener-bener ngebut, udah nggak mikir nulisnya, tanpa corat coret dulu langsung capcus di folionya. Herannya otak ini lancar bener, gak salah-salah lagi nulisnya.

05.10 : Haah akhirnya beres. Sekarang mandi.
05.20 : Yak semua siap, jangan lupa penggaris sial ini ditinggal. Waa, tinggal 10 menit lagi dan aku masih di kosan. Lari!!!!

05.34 : Duh nyampe juga di FE. Matiin HP dulu. Ternyata masih antri cek atribut. Gak keliatan telat :P

Yah karena semalemnya saya pemulihan, hari ini biar seminar full aku gak ngantuk, yeyeye....
Dan, hari ini mengalami peningkatan drastis menjadi PS (Prestasi Sempurna) karena nilai essay ku (yang ngasal tadi pagi) dapet paling bagus sekelompok :D
Kepepet memang hebat, he...

Hari ini juga nglakuin 'salam senior' seangkatan dan yel-yel FEUI

Economy....Economy....
Economy goes marching in
and I want to be that number
Economy goes marching in


Ekonomi 2011.....SIAP!
Pemimpin Muda.....SIAP MENGABDI BANGSA!

We are the Golden Generation

OPK (Orientasi Pengenalan Kampus)

Rabu, 14 September 2011

| | | 0 komentar
Nama aslinya PSAF (Pengenalan Sistem Akademik Fakultas)
OSPEK tingkat fakultas. Dua hari juga, yah resminya dua hari....
Semakin sedikit sesuatu yang kita hadapi, pasti kita akan lebih fokus terhadap hal tersebut, benar kan?
Kakak FEUI pasti juga sangat fokus mempersiapkan OPK ini. Sangat fokus
(jadi suka kata fokus nih gara-gara komdis)

Acara ini berlangsung 15-16 Agustus 2011. Tapi, jauh-jauh sebelunya, dari sepulang padus hari pertama, kita udah dikumpulkan.
Jumlah seluruh FEUI 400 sekian. Dari sebanyak itu dibagi jadi 40 kelompok yang masing-masing dibimbing 2 kakak mentor. Nama kelompoknya sesuai nama proker di FEUI. Aku dapet kelompok 10 dengan nama SECOND (Syariah Economics Days). Ada 15 orang di kelompokku, 11 anak reguler, 2 orang paralel, dan 2 orang internasional.

(Batu nyadar belum sempet foto bareng -_____-)
Pokoknya ada si Deo, Leo(Cepi), Desti, Aku, 5 orang bernama Dewi, Debora(Debokir), Anggi, Galuh(Galsbro), Jiji(Jisbro), Elvia, dan Karin.
Mereka baik-baik dan enak untungnya :)
Oya, soal 5 orang bernama Dewi itu, kita sepakat akhirnya ambil nama belakangnya semua;
Dewi Agustin jadi si Agus
Dewi Ayu jadi Ayu
Dewi Mita jadi Mita
Dewi Elviana jadi Elvi
Dewi Ahut jadi Ahut
Mentornya, Kak Vivi dan Kak Dwi


Sosialisasi tugas dan kelompok pertama kali

Secara singkat, tugas OPK ini lipat-lipatnya dari universitas. Berhari-hari begadang, kumpul tiap hari, boros beli bahan, sampai nginep di kosan temen.
Enggak cuman anak kelompokku sih. Rata-rata disini pada niat, jadi yah pemandangan karton segala macem, esay disana sini, sampai malem juga isinya maba kerja semua. Euforia mahasiswa baru UI.

Emang apaan tugasnya?
Bikin name tag, tas karung, note, map, jahit baju, essay, dan yel angkatan
Name tag ini aja udah bikin mejet-mejet. Ada aturan nama ukuran 5x4, NPM ukuran 3x2, huruf dari atas jarak 2 cm, dari kanan kiri 1 cm, diameter 40 cm, dan lainnya. Satu ini rempong bener.
Tali kepangan, name tag anyaman, kreatif ya kak.



Name tag depan, belakang, dan map

Yel-yelnya juga panjang. Disebut 'salam senior' di sini. Ada 6 lagu dan gayanya heboh lah. Ngompakin 400 orang itu yang eng....

Baju juga dijahit pita, lengan kanan warna kuning, lengan kiri warna abu-abu. Anak FE meriah deh. Begitu subuh keluar kos langsung dimana-mana nametag besar ini bertebaran. Mencolok sih. Jadi semangat tapi, serius :)
(Padahal H-1 persis aku gak tidur sama sekali buat nglembur essay)

OPK ini ada sistem kartu pahala. Ini fungsinya nilai atribut. Waktu dateng dicek, bawa yang selain disuruh nggak, ato kurang gak, ditanyain ukuran huruf, biodata kakak kelas, dan lainnya. Semakin banyak yang gak tahu, ya semakin jelek pahalanya.

Aku nggak telat, aku tahu ukuran, aku tahu nama kakaknya, tapi waktu dicek tasnya;
"Ini apa, dek?"
"Penggaris besi, Kak."
"Ini senjata tajam, dek."
"Kan disuruh bawa penggaris, Kak. Saya nggak punya selain itu"
"Ini saya sita. Nama kamu siapa dek?"
"......"

dan kartu pahalaku ditulis SC.

Pertama santai aja sih, eh ternyata temenku gak ada yang SC. Ada juga AL, AR, AB, dll... Apaan sih ni SC.
Waktu kumpul mentor, kak Vivi kaget waktu tanya aku dapet apa,

"Kok bisa SC sih?"
"Emang SC apaan Kak?"
"Iya, jadi itu tingkatan, AL, AR, AS, AB; Lengkap, ringan, sedang, berat, paling rendah SC-Special Case."
".......bawa penggaris besi kak. Emang sesalah itu ya?"

Ya udahlah, pasrah. Di OPK, tiap mobilisasi juga suruh lari sama komdis.
"FOKUS FOKUS FOKUS"
"RAPATKAN DEPANNYA"
"LARI, DEK!"
sampai kita tiruin gayanya.

Sampai di ruang workshop, hoahm.
Duh, dah semaleman begadang, kursi empuk, ruangan ber-AC, siapa yang tidak tergoda. Mulai deh aku melayang dah gak hidup rasanya, melek tapi ngawang.
Padahal kalo ketahuan tidur entar difoto dan dipajang. Ya Allah, tapi ini nyiksa banget. Marahin aja deh, daripada nahan ngantuk gini.

Karena sebelahku Anggi, kita janjian tepok-tepokan, biar gak ketiduran. Sepertinya banyak yang lain gitu juga. :3

Sorenya, evaluasi. Yak saya dihukum. Dimarahin aja sih, tapi dah males nanggepin, capek....
Eh mau pulang dikasih tugas lagi untuk hari keduanya.
Pulang ke kosan dianter sambil lari pula.

Makasih kakak, saya sepertinya senang pulang sendiri :'

OKK(Orientasi Kehidupan Kampus)

| | | 0 komentar
Ini kalo secara umum, istilahnya Ospek tingkat Universitas. Jadi, nama dari UI nya kan PSAU (Pengenalan Sistem Akademik Universitas), nama kerennya OKK. Acara ini berlangsung tanggal 12-13 Agustus 2011 untuk maba reguler dan 18-19 Agustus 2011 untuk maba non-reg. Seragamnya adalah putih-putih.

Tema OKK tahun ini adalah PEDULI INDONESIA-Totalitas Pengabdian.
Karena itu, kuliah umum, tugas, dan orasinya fokus untuk membangkitkan jiwa nasionalisme para mahasiswa baru untuk lebih berbakti pada negaranya, bukan hanya orientasi pada diri sendiri.
Badge OKK UI 2011

Sebelum pelaksanaan acara itu, tugasnya sudah diberikan melalui web. Ada tugas individu, ada tugas kelompok. Tugas individu semacam buat name tag, bikin poster 100 mimpi, bawa buku untuk disumbangkan, menulis surat cinta untuk Indonesia, isi kuesioner, dan ngapalin lagu yang ada di webnya.

Untuk tugas kelompok beda sesuai jalur masuk, jalur undangan bikin essay; jalur tulis dan simak bikin komik. Tetapi, keduanya harus sesuai tema yang ditentukan. Bikin kelompoknya juga harus aktif cari sendiri, lewat fb dan twitter dan gak boleh berasal dari fakultas yang sama.

Yang didapatkan: Belajar update dan gaul



Name tag dan Komik kelompok (Jadi pemain loh :P)


Nah inilah hari H nya.
MABA DILARANG NAIK/MEMBAWA KENDARAAN!


Kakak tingkat sudah standby dimana-mana dari subuh untuk memastikan para maba jalan (baca:lari) dan diputar-putarkan. Walaupun ada jalan pintas, harus ikut jalan kakaknya.
Bawa air 1,5 liter untuk wudu, tas ransel, menahan rok kebesaran, dan puasa; itu jauh, Tuhan....

Langsung aja, acara hari pertama kebanyakan seminar. Ngantuk. Semaleman garap tugas atribut ospek fakultas, sekarang dihadepin begini, akhirnya biar gak berdosa juga, aku tinggal garap essay aja. Gak ngeh apa yang di depan, he....

Hari kedua nih, KEREN....:D
Pagi ya begitulah tak perlu diceritakan. Tambah jauh dikit sih. Okelah.
Hari ini adalah pengumpulan tugas poster 100 mimpi. Bukan dikumpulin sih, cuma dicap aja. Habis itu suruh ditempel di kamar masing-masing.

"Percayalah. Saya akan mewujudkannya"

Nah, hari ini BEDA. Mungkin melihat antusiasme yang kurang di hari pertama. Hari kedua ini berisi dinamika angkatan. Setelah dipanas-panasin, kita angkatan 2011 ditantang kakaknya untuk membuat huruf OKK dari seluruh maba. Tantangannya tak sampai situ. Kakak tingkat akan turun ke bawah dan berusaha mengambil salah satu dari kami. Jadi, bertahan agar tetap utuh sekaligus membentuk huruf besar ini. Keren, berasa kayak demo.

Suasana OKK

Udah jadi rapi nih, tiba-tiba kakak tingkat ada yang mengambil salah satu maba cowok dari ujung huruf K. Langsung huruf K nya bubar untuk mengambil yang diambil tadi. Sementara maba ceweknya nyorakin, "2011!2011!2011!2011!2011!"
and finally, kita berhasil dan kakak kelas nepuk tanganin kita semua. Langsung terbuka deh spanduk dari atas dan bertebaran balon warna-warni. Waa :)



Acara tak selesai sampai disitu. Selanjutnya diisi berbagai orasi oleh kakak tingkat yang bener-bener dalem. Ntar aku kupas lagi di postingan selanjutnya.
Big applause for all of OKK staff.
Makasih, Kak. Welcoming sekali. :)

Latihan Paduan Suara

| | | 0 komentar
Pertama lihat jadwal,

"Apaan nih, 6 hari latihan paduan suara?"
"Semua? 6000 orang?"
"Ha? pukul 07.00-16.00?"

Ya udahlah ya, daripada banyak pertanyaan dan maba lain gak ngerti juga, akhirnya tanggal 6 Agustus, aku berangkat ke Balairung UI.

Tahap 1: Baris
Dikumpulin tiap fakultas sama kakak Menwa (Resimen Mahasiswa). Diatur barisnya, kalo duduk ya diteriakin suruh berdiri, yang sebelahan suruh pisah, ribet lah. Ternyata cuma buat antri absen. Jadi, berhubung list absen hanya ada satu di depan, kami 500 orang feui harus antri. Karena, absen itulah yang menentukan nasib jakun kami. Di sini juga dikasih tau, setiap pagi sebelum kegiatan dan sore sebelum pulang, absen seperti ini. Buset, pantes aja lama. Ternyata.

Tahap 2: Pembagian buku kuning
Buku kuning ini isinya 16 lagu dan notnya, di pisah jadi suara sopran, alto, tenor, dan bass. Paduan suara beneran ternyata. Buku yang penting juga, tak boleh hilang, dan harus selalu dibawa selama setahun.

Tahap 3: Pembagian suara
Kita suruh milih mau masuk suara jenis apa. Cewek milih antara sopran dan alto, cowok antara tenor dan bass. Duduknya juga dipisah.

Tahap 4: Nyanyi
Baru nih diajarin nyanyi disini. Paduan suara ini ternyata untuk dinyanyikan saat wisuda maba, saat wisuda sarjana bulan september, saat peresmian gedung perpustakaan UI, dan untuk memecahkan rekor. Woooo....

Satu kata untuk paduan suara ini: Merinding.
Begitu nyanyi secara serentak lagu "Genderang UI" oleh 4000 an maba reguler dan di dalam Balairung yang menggema, rasanya, aaaaa.....
Apalagi suara pelatihnya, Pak Dibyo, wah lovely banget, :P
Pak Dibyo fans club

KAMABA UI 2011

Kamis, 01 September 2011

| | | 0 komentar

Jadi murid baru, di SMP-SMA-(bahkan)Kuliah, identik dengan OSPEK. Heboh kucir banyak, nametag aneh, tas karung, bawaan ribet, urusan sama kakak senior, yah sekitar itulah. Sebenarnya, selama ini aku belum pernah berurusan langsung dengan itu semua. Sering lihat, sebatas itu. SMP dan SMA ku untungnya baik hati sekali. Paling-paling acara penyambutan yang disebut MOS (Masa Orientasi Siswa) hanya diisi ceramah guru dan promosi ekstrakurikuler. Muterin sekolah, duduk, memperhatikan. Tiba-tiba saja seminggu lewat dan jadilah kita berganti seragam lalu sekolah. Lalalala....

Tapi......masuk kuliah beda.

Di UI, ada "serangkaian" acara penyambutan mahasiswa baru yang disebut KAMABA-Kegiatan Mahasiswa Baru. KAMABA ini super penting sifatnya bagi semua mahasiswa baru. Gak boleh lupa, gak boleh telat, dan gak boleh terlewatkan. Kenapa?

Karena ini menyangkut hidup maba itu sendiri di UI.

Ini serius, bukan sekedar melebih-lebihkan.
Jadi, walaupun udah daftar ulang, kita sebagai maba baru dapet KTM dan akun UI. Jakun (Jaket Kuning) yang jadi kebanggaan itu belum boleh dipake. (Ya iyalah, dikasi juga enggak).
Untuk mendapatkan jakun kebanggaan itu, maba harus mengikuti seluruh rangkaian kamaba. Absen lebih dari 25% akan berakibat pada tidak diberikannya jakun dan di black list dari segala organisasi, kegiatan kemahasiswaan, kepanitiaan, dan keikutsertaan dari kompetisi. Ini bukan sekadar ancaman. Semuanya diatur dalam SK Rektor dan salinannya dibagikan ke semua maba di hari pertama kamaba. Serem amat kan.

He, tapi sebenarnya gak semengerikan itu sih. Acaranya hepi juga.
Rangkaian kamaba ini terdiri dari CBT(Character Building Training), latihan paduan suara, PSAU (Perkenalan Sistem Akademik Universitas), PSAF (Perkenalan Sistem Akademik Fakultas), dan OBM(Orientasi Belajar Mahasiswa). Terlihat sedikit? hohoho...

Yah, biar lebih detail q posting sendiri-sendiri aja ;)

Genderang UI

Minggu, 26 Juni 2011

| | | 0 komentar
Ah, Lagu ini...:'
Denger pertama kali di Balairung waktu dinyanyiin 6000 maba, rasanya sampai merinding.
Cinta banget sama UI :*

Genderang UI

Universitas Indonesia
Universitas kami
Ibukota negara
Pusat ilmu budaya bangsa
Kami mahasiswa, mengabdi cita
Ngejar ilmu pekerti luhur
Tuk nusa dan bangsa
Smangat lincah gembira
Sadar bertugas mulia
Berbakti dalam karya
Mahasiswa
Universita Indonesia
Perlambang cita
Berdasarkan pancasila dasar negara
Kobarkan semangat cita
Demi ampera