Hari ini, aku beli buku di stasiun UI. Nah, aku istirahat di deket dua anak kecil, umur SD kali ya.
"Eh, ini diary aku. Diary kamu mana?"
"Ini. Udah aku bawa juga. Jadi nih tukeran?"
"Jadi. Ini"
Jadi lucu sendiri lihat kayak gitu. Jaman kapan.....
Dulu aku masih SD deh.
Dipikir sekarang, ngapain juga tukeran diary. Kayak gak ada kerjaan sampe kita perlu baca cerita harian dan curhatan temen kita. Ngapain juga, nulis diary tiap hari buat dilihatin ke temen kita.
Tapi, aku lihat lagi dua anak itu. Ketawa cekikikan, dan lagi, setelah membalik berapa halaman kemudian.
Mereka senang dengan kegiatan itu.
Sesederhana itu, kesenangan.
Aku jadi mikir, sepertinya,
Pendapat semakin tua semakin banyak masalah itu....BENAR.
Tapi, lebih karena cara berpikir orang itu sendiri.
Semakin besar, semakin tahu banyak hal, semakin banyak yang kita pikirkan
Semakin besar, semakin banyak kegiatan, semakin membuat kita perhitungan
Semakin besar, semakin sulit pelajaran, membuat kita lebih serius menyikapi keadaan
Semakin besar, pikiran kita lebih terkotak, lebih sempit memandang suatu masalah
Semua jadi masuk pikiran dan diperhitungkan
Keuntungan dan kerugiannya
Setidaknya, apa yang kulihat dan kuperhatikan pada beberapa orang.
Ada hal-hal pengatur keseimbangan yang dilupakan. Sesuatu yang mutlak harus ada.
Yang tak harus dipikir secara rumit, menyederhanakan segala masalah, dan membuka sudut pandang lain.
Pasti pernah tau kuis, "Gimana cara masukin jerapah ke kulkas?'
Orang dewasa akan pusing, "Itu tak mungkin."
Anak TK bisa jawab mudah "Buka kulkas, masukin jerapah, tutup lagi."
dan jawaban anak TK itu benar.
Orang dewasa menutup sendiri kemungkinan itu. Banyak pertimbangan, tapi akhirnya? TAK MUNGKIN.
Ada hal yang harus dipertahankan dari jadi anak kecil ini; kesederhanaan dan keterbukaan.
Kalau punya ini, tak peduli jadi pekerja, ibu rumah tangga, pengusaha, atau lainnya, kita pasti bisa jadi lebih sukses dari sebelumnya.
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Tips Kuliah
Yak, karena saya baru saja jadi mahasiswa dan juga teman-teman seangkatan saya,
Mau share nih beberapa tips jadi mahasiswa, Ini menurutku sendiri, hasil wawancara kakak tingkat, plus ambil di #satnitshare anakuidotcom.
Cekidot.
1. Yakinin diri bahwa kamu berada di tempat yang tepat
2. Ikutin rangkaian ospek sampe selesai; dapet temen, kenal kampus, dan punya cerita yang gak ada habisnya
3. Persepsikan jurusan dan mata kuliah yang kamu ambil itu menyenangkan
4. Namanya mahasiswa itu, AKTIF. Susun targetmu sendiri jangka pendek dan jangka panjang
5. Kenali dulu gaya belajar dan waktu yang belajar buatmu. Tapi, memperbaiki gaya catatan itu...sepertinya berlaku buat semua
6. Persiapkan materi sebelum masuk kelas
7. Duduk di depan; keliatan dan jadi dikenal dosen
8. Jangan telat; absen terancam, ketinggalan pelajaran, posisi gak enak
9. Jatah absen jangan dipake sembarangan. Kalo telat, jangan langsung pulang, seenggaknya walau gak dapet absen, dapet ilmunya.
10. Perhatiin dan bener-bener fokus saat di kelas. Kata-kata dosen yang 'gak penting' kadang malah keluar. Nah lo.
11. Kenali dosenmu. Masalah nilai nih, bro.
12. Tanya dan jawab. Biar salah, dosen itu seneng mahasiswanya mau mencoba
13. Mengacungkan tangan pertama kali itu PENTING!. sangat #iniserius
14. Membaca 10%, Mendengar 15%, Diskusi 25%, Seminar 50%
15. Cari temen yang banyak; kehidupan kuliah menyenangkan, dapet partner belajar, network
16. Belajar kelompok sangat dianjurkan
17. Peduli dan ramah dengan lingkungan sekitar kayak satpam dan office boy/girl
18. Hormati dosen, kakak tingkat, staff, dan temen-temen
19. Partisipasi dalam lomba; dapet pengalaman, hadiah, nabung prestasi, dan bekal masa depan
20. Aktif cari informasi beasiswa. Jangan tunggu dikasih tau!
21. SHARE. Orang gak akan bisa sukses kalo sendirian, kasih tau juga temenmu kalo ada info bagus
22. Manfaatin fasilitas kampus seoptimal mungkin. Hotspot tu buat akses jurnal, berita, dsb. Bukan komik, anime, dan twitteran
23. Jangan lupa, ikutan organisasi dan kepanitiaan. Soft skill dan link itu perlu banget!
24. Mau cuma jadi Kupu-kupu (Kuliah pulang kuliah pulang), Kura-kura (Kuliah rapat kuliah rapat), dan Kunang-kunang (Kuliah nangkring kuliah nangkring) itu pilihanmu. But, better to BALANCE it!
25. Sukses itu, 10% kecerdasan dan 90% kerja keras. Jangan ngepir sama sekitarmu.
26. Punya "seseorang" itu lebih bagus :P
27. Don't forget to refresh ur self and do the exercise!
28. Karena kita hidup mandiri, harus udah bisa motivasi diri sendiri dan memilih mana yang baik buat kita. Rugi banget kalo sekedar ikut-ikutan!
Kalo temen bilang "males belajar nih" atau "belum belajar", jangan percaya, itu cuma tipu muslihat.
29. Mahasiswa=agent of change. Gak cuma kuliah aja, KONTRIBUSI adalah yang terpenting. Bangun Indonesia.
30. Udah saatnya kita kritis. Kalo emang salah, LAWAN! Bukan dengan otot, tapi dengan intelektual
31. Don't be a Procastinator! Kalo numpuk, mampus. Dah gak jaman deh SKS.
Lebih baik 2 jam 6 kali seminggu daripada 6 jam 2 kali seminggu.
32. Ah, lupa. Jangan sepelekan asistensi. Justru disitu kita dapet banyak latihan soal, terutama soal tahun lalu.
33. Kalo liburan, isi kegiatan yang positif. Magang di luar SKS seru loooh.
34. Jaga kesehatan, makan teratur, dan istirahat yang cukup.
35. Dan.........jangan pernah lupa untuk IBADAH. Bahkan tingkatkan.
Yah, itu sebagian.Enjoy aja kehidupan kuliah. Bagi yang belum ada bayangan target, gak masalah, lakukan aja yang terbaik. Jalan tahap demi tahap, dan selalu mulai dengan Bismillah.
Kalo yang mau nambahin, bisa tulis di comment, makasih :)
Mau share nih beberapa tips jadi mahasiswa, Ini menurutku sendiri, hasil wawancara kakak tingkat, plus ambil di #satnitshare anakuidotcom.
Cekidot.
1. Yakinin diri bahwa kamu berada di tempat yang tepat
2. Ikutin rangkaian ospek sampe selesai; dapet temen, kenal kampus, dan punya cerita yang gak ada habisnya
3. Persepsikan jurusan dan mata kuliah yang kamu ambil itu menyenangkan
4. Namanya mahasiswa itu, AKTIF. Susun targetmu sendiri jangka pendek dan jangka panjang
5. Kenali dulu gaya belajar dan waktu yang belajar buatmu. Tapi, memperbaiki gaya catatan itu...sepertinya berlaku buat semua
6. Persiapkan materi sebelum masuk kelas
7. Duduk di depan; keliatan dan jadi dikenal dosen
8. Jangan telat; absen terancam, ketinggalan pelajaran, posisi gak enak
9. Jatah absen jangan dipake sembarangan. Kalo telat, jangan langsung pulang, seenggaknya walau gak dapet absen, dapet ilmunya.
10. Perhatiin dan bener-bener fokus saat di kelas. Kata-kata dosen yang 'gak penting' kadang malah keluar. Nah lo.
11. Kenali dosenmu. Masalah nilai nih, bro.
12. Tanya dan jawab. Biar salah, dosen itu seneng mahasiswanya mau mencoba
13. Mengacungkan tangan pertama kali itu PENTING!. sangat #iniserius
14. Membaca 10%, Mendengar 15%, Diskusi 25%, Seminar 50%
15. Cari temen yang banyak; kehidupan kuliah menyenangkan, dapet partner belajar, network
16. Belajar kelompok sangat dianjurkan
17. Peduli dan ramah dengan lingkungan sekitar kayak satpam dan office boy/girl
18. Hormati dosen, kakak tingkat, staff, dan temen-temen
19. Partisipasi dalam lomba; dapet pengalaman, hadiah, nabung prestasi, dan bekal masa depan
20. Aktif cari informasi beasiswa. Jangan tunggu dikasih tau!
21. SHARE. Orang gak akan bisa sukses kalo sendirian, kasih tau juga temenmu kalo ada info bagus
22. Manfaatin fasilitas kampus seoptimal mungkin. Hotspot tu buat akses jurnal, berita, dsb. Bukan komik, anime, dan twitteran
23. Jangan lupa, ikutan organisasi dan kepanitiaan. Soft skill dan link itu perlu banget!
24. Mau cuma jadi Kupu-kupu (Kuliah pulang kuliah pulang), Kura-kura (Kuliah rapat kuliah rapat), dan Kunang-kunang (Kuliah nangkring kuliah nangkring) itu pilihanmu. But, better to BALANCE it!
25. Sukses itu, 10% kecerdasan dan 90% kerja keras. Jangan ngepir sama sekitarmu.
26. Punya "seseorang" itu lebih bagus :P
27. Don't forget to refresh ur self and do the exercise!
28. Karena kita hidup mandiri, harus udah bisa motivasi diri sendiri dan memilih mana yang baik buat kita. Rugi banget kalo sekedar ikut-ikutan!
Kalo temen bilang "males belajar nih" atau "belum belajar", jangan percaya, itu cuma tipu muslihat.
29. Mahasiswa=agent of change. Gak cuma kuliah aja, KONTRIBUSI adalah yang terpenting. Bangun Indonesia.
30. Udah saatnya kita kritis. Kalo emang salah, LAWAN! Bukan dengan otot, tapi dengan intelektual
31. Don't be a Procastinator! Kalo numpuk, mampus. Dah gak jaman deh SKS.
Lebih baik 2 jam 6 kali seminggu daripada 6 jam 2 kali seminggu.
32. Ah, lupa. Jangan sepelekan asistensi. Justru disitu kita dapet banyak latihan soal, terutama soal tahun lalu.
33. Kalo liburan, isi kegiatan yang positif. Magang di luar SKS seru loooh.
34. Jaga kesehatan, makan teratur, dan istirahat yang cukup.
35. Dan.........jangan pernah lupa untuk IBADAH. Bahkan tingkatkan.
Yah, itu sebagian.Enjoy aja kehidupan kuliah. Bagi yang belum ada bayangan target, gak masalah, lakukan aja yang terbaik. Jalan tahap demi tahap, dan selalu mulai dengan Bismillah.
Kalo yang mau nambahin, bisa tulis di comment, makasih :)
Rahasia Sukses Orang Jepang
Hum, tadi siang waktu pelajaran Jepang Sensei nampilin slide tentang rahasia sukses orang Jepang. Maksudnya sih, sifat-sifat yang patut dicontoh dari Jepang. Ini nih:
1. Kerja keras
Orang Jepang tuh pekerja keras. Jam kerja mereka per tahun aja lebih tinggi dibanding negara-negara lain. Mereka malu, kalo pulang lebih awal daripada pekerja lainnya, karena itu berarti, mereka bisa dianggap tidak dibutuhkan oleh perusahaannya. Wah, wah... Terus juga, 1 pekerja Jepang bisa mengerkjakan pekerjaan 5-6 pekerja biasa. Yah, intinya mereka produktif lah. Ada kasus juga, yang sampai meninggal gara-gara kerja. Tapi, kalo yang ini gak boleh ditiru :P
2. Malu
Malu disini bukan tidak percaya diri. Tetapi, malu kalu mengerjakan sesuatu yang bukan seharusnya, bahkan mulai dari hal sepele. Buang sampah contohnya. Malu iniudah turun temurun dan tertanam di sifat mereka. Hum, coba bandingin sama di Indonesia, saking seringnya buang sampah sembarangan, sampai gak nyadar itu salah. Malah kadang nyalahin, salah siapa gak ada tempat sampah deket, Ho...gak boleh itu.
3. Hemat
Yang ini, juga penting. Orag Jepang dikenal antikonsumerisme. Ada fakta bahwa supermarket disana rata-rata rame pada pukul 19.30, dimana supermarket biasanya memotong harga besar-besaran dalam 30 menit sebelum tutup yaitu jam 20.00. Ini juga bukti kalo mereka mengusahakan menekan pengeluaran kan. Mereka juga lebih suka menggunakan transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi. Ini punya dampak positif lain lho. Selain hemat, juga bisa mengurangi kemacetan. Cuman, sepertinya untuk transportasi di Indonesia masih perlu pembenahan. Kalo buat pelajar, ini juga penting. Itung-itung biar kita gak begitu memberatkan orang tua kan. Menabung uang saku mungkin buat bayar les sendiri. Kalo aku, kan dapet duit bulanan, aku sisihin diawal, jadi yang aku sisihin itu terjamin gak akan kepake. Menurutku, cara itu lumayan efektif. Paling gak, bikin aku lupa kalo punya uang.
4. Mandiri
Orang Jepang juga mandiri. Selepas lulus SMA, mereka biasanya berusaha cari uang sendiri dan tidak tergantung lagi sama orang tua. Perusahaan di Jepang juga mendukung. Jadi, perusahaan-perusahaan itu nyediain lowongan khusus buat mahasiswa-mahasiswa yang mau daftar part-timer. Wah, enak ya. Syangnya, kalo di Indonesia lowongan buat yang udah lulus aja masih kurang, apalagi buat yang part-timer. Tapi, jadi mandiri juga bisa lewat cara lain. Jualan mungkin, bisa makanan, pulsa, alat tulis , dll. Selain dapet duit hasil kerja sendiri, ini juga nglatih kita untuk belajar jadi pengusaha, haha...
5. Inovasi
Sebenernya, Jepang bukan negara pencipta. Hanya mengembangkan dari apa yang sudah ada sebelumnya. Tapi meskipun 'hanya', mereka toh tetap berhasil. Itu karena mereka bisa mengembangkan segala potensi yang ada. Dan selalu berusaha mencari potensi dari berbagai sudut pandang. Kalo masing-masing dari kita bisa kayak gitu, terus mencari peluang dan mewujudkannya, kita juga bisa kok menjadi tidak hanya sekedar pegawai yang terikat pada sistem tertentu
6. Mencintai Budaya
Walaupun Jepang sudah maju, bukan berarti mereka melupakan tradisi leluhurnya. Aku sih sering lihat dari komik, tentang upacara atau ke kuil gitu. Itu berarti walaupun modern, mereka tetap menghormati budayanya sendiri. Ini juga perlu ditiru oleh orang Indonesia. Apalagi budaya Indonesia yang banyak dan beragam itu terlalu menarik kalau harus hilang apalagi diklaim terlebih dahulu oleh negara lain karena kita kurang menghargainya.
7. Loyal
Setia pada apa yang dilakukan. Ini menyangkut konsistensi kita mengerjakan sesuatu. Orang Jepang ternyata paling maksimal 2-3 kali berpindah pekerjaan. Apapun yang mereka hadapi, mereka berkomitmen pada perusahaan mereka.
8. Budaya Baca Tinggi
Ini juga sangat perlu ditiru. Tau kan, pepatah Buku adalah Jendela Dunia. Nah, membaca buku berrati kita membuka jendela itu. Orang Jepang sering membaca dimana saja dan kapan saja. Membaca tidak perlu yang berat-berat kalau memang kita tidak berminat. Tetapi juga, jangan cuma buku yang tak memberikan manfaat lain. Setidaknya bisa menambah wawasan kita walaupun sedikit. Tapi, kalu rutin, sedikit-sedikit bisa menjadi bukit. Ya kan..
9. Ramah
Orang Jepang ternyata juga ramah. Dari contoh Sensei tadi, kalo misalnya kita naik sepeda nabrak pejalan kaki di sana, kemungkinan malah pejalan itu duluan yang meminta maaf. Wah...kalau disini mungkin seringnya lebih ke emosi kan. Ini juga patut kita ontoh untuk menjadi lebih sabar, dan memperlakukan orang lain lebih baik :)
10. Disiplin dan Tanggung Jawab
Disiplin sudah jelas, tepat baik waktu, tempat ataupun hal-hal sepele. Tanggung jawab berarti melaksanakan sesuatu yang sudah tugasnya dengan semaksimal mungkin.
Hum, seingetku sih itu. Sebenernya mungkin ada lagi. Tapi, bukan berarti Jepang gak ada sisi negatifnya lho. Ada juga sifat-sifat yang gak boleh kita tiru. Tapi, sifat-sifat yang aku sebut di atas itu, patut kita contoh ^^
1. Kerja keras
Orang Jepang tuh pekerja keras. Jam kerja mereka per tahun aja lebih tinggi dibanding negara-negara lain. Mereka malu, kalo pulang lebih awal daripada pekerja lainnya, karena itu berarti, mereka bisa dianggap tidak dibutuhkan oleh perusahaannya. Wah, wah... Terus juga, 1 pekerja Jepang bisa mengerkjakan pekerjaan 5-6 pekerja biasa. Yah, intinya mereka produktif lah. Ada kasus juga, yang sampai meninggal gara-gara kerja. Tapi, kalo yang ini gak boleh ditiru :P
2. Malu
Malu disini bukan tidak percaya diri. Tetapi, malu kalu mengerjakan sesuatu yang bukan seharusnya, bahkan mulai dari hal sepele. Buang sampah contohnya. Malu iniudah turun temurun dan tertanam di sifat mereka. Hum, coba bandingin sama di Indonesia, saking seringnya buang sampah sembarangan, sampai gak nyadar itu salah. Malah kadang nyalahin, salah siapa gak ada tempat sampah deket, Ho...gak boleh itu.
3. Hemat
Yang ini, juga penting. Orag Jepang dikenal antikonsumerisme. Ada fakta bahwa supermarket disana rata-rata rame pada pukul 19.30, dimana supermarket biasanya memotong harga besar-besaran dalam 30 menit sebelum tutup yaitu jam 20.00. Ini juga bukti kalo mereka mengusahakan menekan pengeluaran kan. Mereka juga lebih suka menggunakan transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi. Ini punya dampak positif lain lho. Selain hemat, juga bisa mengurangi kemacetan. Cuman, sepertinya untuk transportasi di Indonesia masih perlu pembenahan. Kalo buat pelajar, ini juga penting. Itung-itung biar kita gak begitu memberatkan orang tua kan. Menabung uang saku mungkin buat bayar les sendiri. Kalo aku, kan dapet duit bulanan, aku sisihin diawal, jadi yang aku sisihin itu terjamin gak akan kepake. Menurutku, cara itu lumayan efektif. Paling gak, bikin aku lupa kalo punya uang.
4. Mandiri
Orang Jepang juga mandiri. Selepas lulus SMA, mereka biasanya berusaha cari uang sendiri dan tidak tergantung lagi sama orang tua. Perusahaan di Jepang juga mendukung. Jadi, perusahaan-perusahaan itu nyediain lowongan khusus buat mahasiswa-mahasiswa yang mau daftar part-timer. Wah, enak ya. Syangnya, kalo di Indonesia lowongan buat yang udah lulus aja masih kurang, apalagi buat yang part-timer. Tapi, jadi mandiri juga bisa lewat cara lain. Jualan mungkin, bisa makanan, pulsa, alat tulis , dll. Selain dapet duit hasil kerja sendiri, ini juga nglatih kita untuk belajar jadi pengusaha, haha...
5. Inovasi
Sebenernya, Jepang bukan negara pencipta. Hanya mengembangkan dari apa yang sudah ada sebelumnya. Tapi meskipun 'hanya', mereka toh tetap berhasil. Itu karena mereka bisa mengembangkan segala potensi yang ada. Dan selalu berusaha mencari potensi dari berbagai sudut pandang. Kalo masing-masing dari kita bisa kayak gitu, terus mencari peluang dan mewujudkannya, kita juga bisa kok menjadi tidak hanya sekedar pegawai yang terikat pada sistem tertentu
6. Mencintai Budaya
Walaupun Jepang sudah maju, bukan berarti mereka melupakan tradisi leluhurnya. Aku sih sering lihat dari komik, tentang upacara atau ke kuil gitu. Itu berarti walaupun modern, mereka tetap menghormati budayanya sendiri. Ini juga perlu ditiru oleh orang Indonesia. Apalagi budaya Indonesia yang banyak dan beragam itu terlalu menarik kalau harus hilang apalagi diklaim terlebih dahulu oleh negara lain karena kita kurang menghargainya.
7. Loyal
Setia pada apa yang dilakukan. Ini menyangkut konsistensi kita mengerjakan sesuatu. Orang Jepang ternyata paling maksimal 2-3 kali berpindah pekerjaan. Apapun yang mereka hadapi, mereka berkomitmen pada perusahaan mereka.
8. Budaya Baca Tinggi
Ini juga sangat perlu ditiru. Tau kan, pepatah Buku adalah Jendela Dunia. Nah, membaca buku berrati kita membuka jendela itu. Orang Jepang sering membaca dimana saja dan kapan saja. Membaca tidak perlu yang berat-berat kalau memang kita tidak berminat. Tetapi juga, jangan cuma buku yang tak memberikan manfaat lain. Setidaknya bisa menambah wawasan kita walaupun sedikit. Tapi, kalu rutin, sedikit-sedikit bisa menjadi bukit. Ya kan..
9. Ramah
Orang Jepang ternyata juga ramah. Dari contoh Sensei tadi, kalo misalnya kita naik sepeda nabrak pejalan kaki di sana, kemungkinan malah pejalan itu duluan yang meminta maaf. Wah...kalau disini mungkin seringnya lebih ke emosi kan. Ini juga patut kita ontoh untuk menjadi lebih sabar, dan memperlakukan orang lain lebih baik :)
10. Disiplin dan Tanggung Jawab
Disiplin sudah jelas, tepat baik waktu, tempat ataupun hal-hal sepele. Tanggung jawab berarti melaksanakan sesuatu yang sudah tugasnya dengan semaksimal mungkin.
Hum, seingetku sih itu. Sebenernya mungkin ada lagi. Tapi, bukan berarti Jepang gak ada sisi negatifnya lho. Ada juga sifat-sifat yang gak boleh kita tiru. Tapi, sifat-sifat yang aku sebut di atas itu, patut kita contoh ^^
Label:
TIPS
Langganan:
Postingan (Atom)


