maybe you're not the one
who write me poems
not the one
that message me and ask if i had dinner
not the one besides me wherever and whenever
but you are the one in my heart
#eaa#mulaingaco
tulisan abstrak
abaikan
Tampilkan postingan dengan label poems. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poems. Tampilkan semua postingan
Into The New World
Come, the chance has come
dreams, passion, and determination
the best place and the best time
It is NOW
Are you ready?
no answer no
face it and see what will you be,
a big thing or nothing
It's your choice
dreams, passion, and determination
the best place and the best time
It is NOW
Are you ready?
no answer no
face it and see what will you be,
a big thing or nothing
It's your choice
Label:
poems
Konsistensi
Apa yang terpenting dari setiap usaha?
Keteguhan dan konsistensi
sekali lengah,
semua runtuh
tak berbekas dan menyakitkan
Keteguhan dan konsistensi
sekali lengah,
semua runtuh
tak berbekas dan menyakitkan
Label:
poems
Jarak, ruang, dan waktu
akankah berpihak pada kita?
dan menghilangkan dunia antara?
Saat ini, iya,
sebentar lagi, tidak
suatu saat, (semoga) iya :)
titik
dan menghilangkan dunia antara?
Saat ini, iya,
sebentar lagi, tidak
suatu saat, (semoga) iya :)
titik
Label:
poems
oranglongalongo(3)
Apa yang paling tidak kusukai?
Orang longa-longo (bukan plengeh)
dia tahu apa kewajibannya
tapi SOK SEKALI tak melakukan apa-apa
dia bilang istirahat
tapi siapa yang akan menolerir istirahat bertahun
dia bilang sakit (jiwa kali)
semua tahu, sakit itu sudah mati dari lama
orang longa-longo yang cuma bercerita masa lalunya
yang sekarang tak bergerak
orang longa-longo yang mengandalkan orang lain,
yang seHARUSnya jadi kewajibannya
Aku
BENAR BENAR BENCI pada orang longa-longo ini.
Orang longa-longo (bukan plengeh)
dia tahu apa kewajibannya
tapi SOK SEKALI tak melakukan apa-apa
dia bilang istirahat
tapi siapa yang akan menolerir istirahat bertahun
dia bilang sakit (jiwa kali)
semua tahu, sakit itu sudah mati dari lama
orang longa-longo yang cuma bercerita masa lalunya
yang sekarang tak bergerak
orang longa-longo yang mengandalkan orang lain,
yang seHARUSnya jadi kewajibannya
Aku
BENAR BENAR BENCI pada orang longa-longo ini.
Label:
poems
Oranglongalongo(2)
Siapa yang tuli?
Aku?
Coba dengar suara rumah ini
dan yang dikeluhkannya
Siapa yang tak mau berubah?
berani bertaruh,
bukan aku yang tuli di antara kita
Aku?
Coba dengar suara rumah ini
dan yang dikeluhkannya
Siapa yang tak mau berubah?
berani bertaruh,
bukan aku yang tuli di antara kita
Label:
poems
oranglongalongo (1)
Baiklah, kita mulai lagi jajak ini
ah sudahlah
ini akan berakhir debat kusir,
lagi-lagi
aku akan pergi
puas?
ah sudahlah
ini akan berakhir debat kusir,
lagi-lagi
aku akan pergi
puas?
Label:
poems
Jatuh Cinta Diam-Diam
Orang yang jatuh cinta diam-diam
sangatlah dekat dengan kematian
dia saking terbiasanya
dengan serangan jantung dan stroke secara tiba-tiba
Orang yang jatuh cinta diam-diam
adalah agen rahasia ulung
dia bisa tahu segala tentang orang yang disukainya
dari informasi pribadi sampai hal tidak penting lainnya
dia tahu,
kapan waktu bisa berpapasan
dan mengatur seolah tak sengaja
tapi seringnya, akhirnya,
justru tak jadi melakukan apa-apa,
beberapa yang ekstrim,
dapat ditemukan melongo-longo tidak jelas
Orang yang jatuh cinta diam-diam
mendadak jadi seniman hebat
dia bisa menulis tentang orang yang disukainya
di mana saja kapan saja
atau taraf lebih tinggi, menggambar dan berpuisi
Lagu jadi banyak yang terasa pas di telinganya
beberapa kasus,
bahkan bisa digubah
dan direncanakan untuk dinyanyikan
Tapi, tak berhasil seringnya
Orang yang jatuh cinta diam-diam,
biasanya pernah mendapat tantangan dari temannya untuk mengutarakannya
dari sekedar menyapa,
sampai menelepon yang langsung ditutupnya sendiri
Orang yang jatuh cinta diam-diam
hampir dapat dipastikan,
sehat secara jasmaniah
Banyak waktu untuk senyum-senyum
Banyak senam mata
dan jantungnya sudah cukup terpompa tanpa berolahraga
sayangnya dalam kasus ini,
sehat jiwa berbanding terbalik dengan sehat raga
Orang yang jatuh cinta diam-diam
punya banyak permintaan tambahan dalam doanya
tentang orang yang disukainya
pengharapan terakhir
setelah yang tak berhasil dilakukannya
Orang yang jatuh cinta diam-diam
paham betul
konsekuensi cinta itu
dan mereka sudah menerima dari dulu
kenyataan tak selalu sesuai keinginan
bahwa akhirnya mereka harus merelakan,
dan kembali,
jatuh cinta sendiri
sangatlah dekat dengan kematian
dia saking terbiasanya
dengan serangan jantung dan stroke secara tiba-tiba
Orang yang jatuh cinta diam-diam
adalah agen rahasia ulung
dia bisa tahu segala tentang orang yang disukainya
dari informasi pribadi sampai hal tidak penting lainnya
dia tahu,
kapan waktu bisa berpapasan
dan mengatur seolah tak sengaja
tapi seringnya, akhirnya,
justru tak jadi melakukan apa-apa,
beberapa yang ekstrim,
dapat ditemukan melongo-longo tidak jelas
Orang yang jatuh cinta diam-diam
mendadak jadi seniman hebat
dia bisa menulis tentang orang yang disukainya
di mana saja kapan saja
atau taraf lebih tinggi, menggambar dan berpuisi
Lagu jadi banyak yang terasa pas di telinganya
beberapa kasus,
bahkan bisa digubah
dan direncanakan untuk dinyanyikan
Tapi, tak berhasil seringnya
Orang yang jatuh cinta diam-diam,
biasanya pernah mendapat tantangan dari temannya untuk mengutarakannya
dari sekedar menyapa,
sampai menelepon yang langsung ditutupnya sendiri
Orang yang jatuh cinta diam-diam
hampir dapat dipastikan,
sehat secara jasmaniah
Banyak waktu untuk senyum-senyum
Banyak senam mata
dan jantungnya sudah cukup terpompa tanpa berolahraga
sayangnya dalam kasus ini,
sehat jiwa berbanding terbalik dengan sehat raga
Orang yang jatuh cinta diam-diam
punya banyak permintaan tambahan dalam doanya
tentang orang yang disukainya
pengharapan terakhir
setelah yang tak berhasil dilakukannya
Orang yang jatuh cinta diam-diam
paham betul
konsekuensi cinta itu
dan mereka sudah menerima dari dulu
kenyataan tak selalu sesuai keinginan
bahwa akhirnya mereka harus merelakan,
dan kembali,
jatuh cinta sendiri
Label:
poems
Siklus
Seperti siklus,
kita kembali lagi
pada bawah pohon cersen dan jambu
yang sering kita curi dulu
"Ngapain?"
dan kita kembali mencuri
beberapa tahun yang telah lewat
"Sudah lama ya?"
Ya, sampai aku punya siklusku sendiri
kau juga
Tapi ini masih tawa yang sama
Orang yang sama
dan mungkin, rindu yang sama
Tapi, siklus tak akan berhenti
Kita adalah dua siklus berlawanan
dengan beda periode
dalam interval sendiri-sendiri,
Ini hanya interferensi sesaat
dan siklus
berputar kembali
kita kembali lagi
pada bawah pohon cersen dan jambu
yang sering kita curi dulu
"Ngapain?"
dan kita kembali mencuri
beberapa tahun yang telah lewat
"Sudah lama ya?"
Ya, sampai aku punya siklusku sendiri
kau juga
Tapi ini masih tawa yang sama
Orang yang sama
dan mungkin, rindu yang sama
Tapi, siklus tak akan berhenti
Kita adalah dua siklus berlawanan
dengan beda periode
dalam interval sendiri-sendiri,
Ini hanya interferensi sesaat
dan siklus
berputar kembali
Label:
poems
Lebih dari Gerimis
Sebab gerimis tak lagi cukup
lama pun, aku masih haus
Hujan lebatlah
sebentar saja,
aku dahaga akan ironi
dan pada tanah-udara-mu
Mampirlah lagi
aku bosan sekadar gerimis
yang meski menyapa tiap hari
Ya, aku serakah
Tapi aku kangen, hujan...
Sebelum aku tak bisa lagi berkata denganmu
di tamanku
lama pun, aku masih haus
Hujan lebatlah
sebentar saja,
aku dahaga akan ironi
dan pada tanah-udara-mu
Mampirlah lagi
aku bosan sekadar gerimis
yang meski menyapa tiap hari
Ya, aku serakah
Tapi aku kangen, hujan...
Sebelum aku tak bisa lagi berkata denganmu
di tamanku
Label:
poems
Aku + Kamu = Hujan
He, akhirnya kutulis juga judul ini
Teori 1: Aku+Kamu=Hujan
Hm? Kenapa ya?
Karena hujan favoritku?
Haaa, mana kutahu
1.Ingat es krim dekat SMP 2? Sepulangnya, kita kehujanan. Hujan pertama. Ditambah nyasar. Basah kuyup.
2. Hujan kedua, ini tak cuma basah. Aku beku separuh kaku. Untung ada segelas wedang jahe panas. Ingat? Pecel dan Tahu gimbal yang kuahnya bertambah banyak karena hujan? Haha...
3. Hmm, Hujan Ketiga, antara BSB-Semarang. Tuh kan, hujan lagi, untung kita sempat berteduh.
Hm, dalam percobaan, setelah 3 kali pembuktian,
teorinya bisa dianggap cukup sah. Haha...ngarang banget.
Tapi aku masih heran, ada apa ya dengan hujan?
Jadi inget lagu 'Hujan'
Teori 1: Aku+Kamu=Hujan
Hm? Kenapa ya?
Karena hujan favoritku?
Haaa, mana kutahu
1.Ingat es krim dekat SMP 2? Sepulangnya, kita kehujanan. Hujan pertama. Ditambah nyasar. Basah kuyup.
2. Hujan kedua, ini tak cuma basah. Aku beku separuh kaku. Untung ada segelas wedang jahe panas. Ingat? Pecel dan Tahu gimbal yang kuahnya bertambah banyak karena hujan? Haha...
3. Hmm, Hujan Ketiga, antara BSB-Semarang. Tuh kan, hujan lagi, untung kita sempat berteduh.
Hm, dalam percobaan, setelah 3 kali pembuktian,
teorinya bisa dianggap cukup sah. Haha...ngarang banget.
Tapi aku masih heran, ada apa ya dengan hujan?
Jadi inget lagu 'Hujan'
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
Selalu ada cerita
Tersimpan di hatiku
Tentang kau dan hujan
Tentang cinta kita
Yang mengalir seperti air
Aku bisa tersenyum sepanjang hari
Karena hujan pernah
Menahanmu di sini
Untukku
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
Selalu ada cerita
Tersimpan di hatiku
Tentang kau dan hujan
Tentang cinta kita
Yang mengalir seperti air
Aku bisa tersenyum sepanjang hari
Karena hujan pernah
Menahanmu di sini
Untukku
Label:
poems
Dunia yang Kukenal
Dunia yang kukenal:
senang-susah-tawa-duka
aku dan kamu
Hanya senang?
Ya, aku tentu mengenalinya
Hanya susah?
Aku masih bisa menerimanya
Hanya kau?
Atau parahnya, hanya aku-tanpa kau?
Aku tak mau lagi mengenal dunia
senang-susah-tawa-duka
aku dan kamu
Hanya senang?
Ya, aku tentu mengenalinya
Hanya susah?
Aku masih bisa menerimanya
Hanya kau?
Atau parahnya, hanya aku-tanpa kau?
Aku tak mau lagi mengenal dunia
Label:
poems
....................................
Don't walking to me again
It's tiring to interpret your signs
I'm sure enough about what you might not realize about
It turns to different path
Just never care about me
I know,
It's my turn now to continue the rest of our play
Just alike puzzle of time
Waiting for your consciousness
About your boredom
and, sorry,
Everything has been over
It's tiring to interpret your signs
I'm sure enough about what you might not realize about
It turns to different path
Just never care about me
I know,
It's my turn now to continue the rest of our play
Just alike puzzle of time
Waiting for your consciousness
About your boredom
and, sorry,
Everything has been over
Label:
poems
Si tak tahu malu
Maaf kalau ada yang tersinggung,
Orang tak tahu malu
bukan orang tak punya kemaluan
Mereka punya, lupa
Menyindir
Mencibir
lupa, tak merasa, tak dipikir
apa yang mereka celakan
dikira mereka benar
sadar salahpun
dikira kita tak tahu tabir mereka
Tak tahu malu
Kritikus ulung
Provokator, mengompor
Memang sebenarnya siapa yang salah?
Sesama salah
Dasar tak tahu malu
Orang tak tahu malu
bukan orang tak punya kemaluan
Mereka punya, lupa
Menyindir
Mencibir
lupa, tak merasa, tak dipikir
apa yang mereka celakan
dikira mereka benar
sadar salahpun
dikira kita tak tahu tabir mereka
Tak tahu malu
Kritikus ulung
Provokator, mengompor
Memang sebenarnya siapa yang salah?
Sesama salah
Dasar tak tahu malu
Label:
poems
Aku ingin hidup dengan hati
Aku ingin hidup dengan hati
Menikmati semua pilihanku,
waktuku bukan hanya dasar jumlah yang aku dapatkan
Aku ingin bisa menilai kepuasan
bukan saja dari 'berapa', tapi 'bagaimana'
Aku ingin bisa menentukan piihanku
bukan cuma soal untung-rugi ataupun dapat-hilang
Aku ingin memandang semua orang sebagai 'subjek' dan bukan 'objek'
Aku ingin bisa bekerja sama
tanpa pusing soal memberi menerima
Aku ingin bisa melakukan hal-hal,
bukan cuma yang harus, tetapi semua yang bisa, dengan rela
Aku ingin menikmati waktuku
tanpa menghitung berapa detik kubuang, atau berapa hal telah kuhasilkan
Aku ingin jadi manusia hati
yang tak melulu soal logika
atau soal berapa
aku benar-benar ingin merasai setiap kepuasan,
tidak cuma karena 'sudah' kulakukan, tetapi 'bagimana' tadi berjalan
Aku ingin logika dan hatiku sejalan
Menikmati semua pilihanku,
waktuku bukan hanya dasar jumlah yang aku dapatkan
Aku ingin bisa menilai kepuasan
bukan saja dari 'berapa', tapi 'bagaimana'
Aku ingin bisa menentukan piihanku
bukan cuma soal untung-rugi ataupun dapat-hilang
Aku ingin memandang semua orang sebagai 'subjek' dan bukan 'objek'
Aku ingin bisa bekerja sama
tanpa pusing soal memberi menerima
Aku ingin bisa melakukan hal-hal,
bukan cuma yang harus, tetapi semua yang bisa, dengan rela
Aku ingin menikmati waktuku
tanpa menghitung berapa detik kubuang, atau berapa hal telah kuhasilkan
Aku ingin jadi manusia hati
yang tak melulu soal logika
atau soal berapa
aku benar-benar ingin merasai setiap kepuasan,
tidak cuma karena 'sudah' kulakukan, tetapi 'bagimana' tadi berjalan
Aku ingin logika dan hatiku sejalan
Label:
poems
Takdir
Hm, percaya pada takdir?
Bahwa setiap jalan kita,
persimpangan yang kita pilih,
pertemuan yang (nampaknya) kebetulan,
kesukaan atau kegilaan kita pada sesuatu,
perjumpaan dan perpisahan,
waktu dan kegiatan kita,
semua memang telah ditetapkan?
Kebahagiaan,
kesedihan,
kemarahan,
kebencian,
kesakitan,
kepahitan,
penolakan,
semua cerita dan rasa hidup kita
adalah mutlak dari awalnya?
Kalau bukan takdir,
kenapa pada akhirnya (suatu waktu nanti) pasti akan ada yang sesuatu baik?
Kenapa nanti akhirnya kita bisa mengerti dan menerima arti dari semua waktu yang terlewati?
Kenapa nanti akhirnya kita bisa merasa benar memilih sesuatu pada awalnya?
Aku, mulai percaya pada takdir
dan membiarkanku mengalir di dalamnya
aku mulai percaya
pada apa-apa yang melintas di jalur nasibku,
adalah memang seharusnya
aku percaya,
dan menerima.
Bahwa setiap jalan kita,
persimpangan yang kita pilih,
pertemuan yang (nampaknya) kebetulan,
kesukaan atau kegilaan kita pada sesuatu,
perjumpaan dan perpisahan,
waktu dan kegiatan kita,
semua memang telah ditetapkan?
Kebahagiaan,
kesedihan,
kemarahan,
kebencian,
kesakitan,
kepahitan,
penolakan,
semua cerita dan rasa hidup kita
adalah mutlak dari awalnya?
Kalau bukan takdir,
kenapa pada akhirnya (suatu waktu nanti) pasti akan ada yang sesuatu baik?
Kenapa nanti akhirnya kita bisa mengerti dan menerima arti dari semua waktu yang terlewati?
Kenapa nanti akhirnya kita bisa merasa benar memilih sesuatu pada awalnya?
Aku, mulai percaya pada takdir
dan membiarkanku mengalir di dalamnya
aku mulai percaya
pada apa-apa yang melintas di jalur nasibku,
adalah memang seharusnya
aku percaya,
dan menerima.
Label:
poems
Aku, Payung Biru, dan Hujan
Di bawah payung biru
Aku bernyanyi
berkecipak menari
Di bawah payung biru
Aku berputar
merasai hujan
Di bawah payung biru
Aku mengintip hujan
dan tersipu
Kalau payung biru tak lagi menutupiku
Akankah hujan membenciku?
Aku bernyanyi
berkecipak menari
Di bawah payung biru
Aku berputar
merasai hujan
Di bawah payung biru
Aku mengintip hujan
dan tersipu
Kalau payung biru tak lagi menutupiku
Akankah hujan membenciku?
Label:
poems
-----
Menurutku, orang yang kuat bukan (selalu) orang yang kaya
yang pintar
yang kekar
yang gahar
yang sempurna
Tapi kalau kau (pernah) disakiti
atau tak diberi apa-apa (yang seharusnya) milikmu
dan kau tak mati atau membusuk karena dendam entah pada orang lain entah pada dirimu sendiri
atau sakit justru membuatmu berdiri,
Maka kau hebat
Aku hebat.
yang pintar
yang kekar
yang gahar
yang sempurna
Tapi kalau kau (pernah) disakiti
atau tak diberi apa-apa (yang seharusnya) milikmu
dan kau tak mati atau membusuk karena dendam entah pada orang lain entah pada dirimu sendiri
atau sakit justru membuatmu berdiri,
Maka kau hebat
Aku hebat.
Label:
poems
Langganan:
Postingan (Atom)


