Teman, kawan, atau siapapun
Yang aku kenal, yang aku tahu
Aku ingin sedikit menyampaikan maafku
Maaf sering mentertawakan kalian
Atau bahkan
Maaf jika pernah membuat kalian ditertawakan
Maaf telah sering mengganggu kalian
Maaf jika aku ketus, sengak, gak sopan pada kalian
Atau bahkan
Maaf membuat kalian terlihat tak sopan
Maaf jika tingkahku mengusik kalian
Maaf jika sering tak sempat menemani kalian
Maaf jika aku lupa menyapa kalian
Maaf jika aku menorehkan kesal di hati kalian
Maaf jika aku kurang peduli
Maaf jika aku tak terlalu berbagi
Maaf, maaf untuk semua
Begitu lama kita kenal, begitu banyak pula yang kulakukan
Maaf, pada semua yang ada, entah sengaja entah tidak
Maaf, kawan :)
LIMOUSIN
Aku belum pernah ceritain ini kan, My best class I've ever had, LIMOUSIN.
Sebenernya, LIMOUSIN itu singkatan dari Olim Ora dUwe iSIN. He....
Aku entah kenapa, bisa sangat terikat dengan kelas ini
Bahkan sampai sekarangpun,
Sampai aku punya kelas baru XII IA 11 ku, tetap aja aku selalu ingin kembali jadi LIMOUSIN
Setiap ada kertas,
Bawaannya nulis LIMOUSIN, kalo gak nama anak-anaknya, Phew... agak lebay y?
Tapi mau gimana, emang nyatanya gitu, :P
Tiap pulang sekolah, pengennya kumpul Olim lagi, belajar bareng kek, ato apa
AKU KANGEN LIMOUSIN !!!
Dan kali ini aku mau cerita tentang anak-anak LIMOUSIN, yang aku sebut 'mereka'.
Mereka tu beda, entah kenapa (lagi) aku bisa klop sama semua. Mereka bisa nempatin mana harus serius dan mana bisa bercanda. Mereka sangar dan hebat, tapi mereka tetap baik dan mau mbantu aku yang pah poh ini. Mereka lucu, rame, gak jayus, gak ngebosenin, pokonya mereka slalu bisa bikin sekolahku jadi semangat.
Hwa... Aku tambah kangen LIMOUSIN!!!
Sebenernya, LIMOUSIN itu singkatan dari Olim Ora dUwe iSIN. He....
Aku entah kenapa, bisa sangat terikat dengan kelas ini
Bahkan sampai sekarangpun,
Sampai aku punya kelas baru XII IA 11 ku, tetap aja aku selalu ingin kembali jadi LIMOUSIN
Setiap ada kertas,
Bawaannya nulis LIMOUSIN, kalo gak nama anak-anaknya, Phew... agak lebay y?
Tapi mau gimana, emang nyatanya gitu, :P
Tiap pulang sekolah, pengennya kumpul Olim lagi, belajar bareng kek, ato apa
AKU KANGEN LIMOUSIN !!!
Dan kali ini aku mau cerita tentang anak-anak LIMOUSIN, yang aku sebut 'mereka'.
Mereka tu beda, entah kenapa (lagi) aku bisa klop sama semua. Mereka bisa nempatin mana harus serius dan mana bisa bercanda. Mereka sangar dan hebat, tapi mereka tetap baik dan mau mbantu aku yang pah poh ini. Mereka lucu, rame, gak jayus, gak ngebosenin, pokonya mereka slalu bisa bikin sekolahku jadi semangat.
Hwa... Aku tambah kangen LIMOUSIN!!!
Label:
Limousin
TPQ 2010
He,,, aku mau sedikit cerita ni..
Percaya ato tidak, aku jadi guru TPQ di masjid deket rumahku loh, he......:P
Entah gimana kalian mbayangin nasib murid-muridku
Tapi yah, setidaknya aku bertahan hingga hari ini, H-2 Lebaran
Jadi, apa sih yang aku lakuin?
Jadwal formalnya sih, cuman ngajarin ngaji, shalat, wudhu, dan sisanya MAEN-MAEN.
Cuman, berhubung isinya anak-anak cendol semua, jadwalnya jadi MAEN-MAEN, ntar disisipin pelajaran agamanya dikit-dikit, he...P *Guru yang tidak baik :/*
Tapi, enak kok. Entah karena biasanya aku gak ada adik dirumah. Mereka lucu-lucu sih, tapi ada juga yang nge be-te in. Hah... biar deh, sekalian belajar sabar.
Yah, tapi gak cuman itu aja. Karena ngajar di TPQ, tiap hari aku juga BUBAR disana. Enak lah..Tiap hari dapet Ta'jil gratis, bareng-bareng lagi, he.....:D. Plus-plusnya, aku juga latian bikin yang kaya ondel-ondel tuh buat takbiran sama belajar nyulam. Enak lah pokoknya. Semoga aja taun depan masih bisa kaya gini
:)
Percaya ato tidak, aku jadi guru TPQ di masjid deket rumahku loh, he......:P
Entah gimana kalian mbayangin nasib murid-muridku
Tapi yah, setidaknya aku bertahan hingga hari ini, H-2 Lebaran
Jadi, apa sih yang aku lakuin?
Jadwal formalnya sih, cuman ngajarin ngaji, shalat, wudhu, dan sisanya MAEN-MAEN.
Cuman, berhubung isinya anak-anak cendol semua, jadwalnya jadi MAEN-MAEN, ntar disisipin pelajaran agamanya dikit-dikit, he...P *Guru yang tidak baik :/*
Tapi, enak kok. Entah karena biasanya aku gak ada adik dirumah. Mereka lucu-lucu sih, tapi ada juga yang nge be-te in. Hah... biar deh, sekalian belajar sabar.
Yah, tapi gak cuman itu aja. Karena ngajar di TPQ, tiap hari aku juga BUBAR disana. Enak lah..Tiap hari dapet Ta'jil gratis, bareng-bareng lagi, he.....:D. Plus-plusnya, aku juga latian bikin yang kaya ondel-ondel tuh buat takbiran sama belajar nyulam. Enak lah pokoknya. Semoga aja taun depan masih bisa kaya gini
:)
Label:
LIFE
Mengeja Cinta
Kenapa sulit sekali mengeja cinta
Bukan pada yang lainnya, hanya padamu
Satu kata saja, tapi selalu membuat lidahku kelu
Dan cinta hanyalah sampai batas bibir
Pada akhirnya, hanya terhembus nafas malu-malu
Aku ingin mengucapkannya dengan sederhana
Seperti hujan yang turun begitu saja
Meluruhkan rindu-rindu yang menggumpal
Aku yakin padamu
Dan aku tahu, ini bukan kemantapan belaka
Aku juga lelah lagi-lagi menelan kata cinta itu
Tapi sungguh,
Mengapa sulit mengeja cinta
Bukan pada yang lainnya, hanya padamu
Satu kata saja, tapi selalu membuat lidahku kelu
Dan cinta hanyalah sampai batas bibir
Pada akhirnya, hanya terhembus nafas malu-malu
Aku ingin mengucapkannya dengan sederhana
Seperti hujan yang turun begitu saja
Meluruhkan rindu-rindu yang menggumpal
Aku yakin padamu
Dan aku tahu, ini bukan kemantapan belaka
Aku juga lelah lagi-lagi menelan kata cinta itu
Tapi sungguh,
Mengapa sulit mengeja cinta
Label:
poems
Karena Hujanku Kau
Seperti debur yang terpecah menjadi buih-buih
terhempas, bangkit, dan utuh kembali
Mencandui semangat ketika pilu
terus meraja dan menggebu
terhempas, bangkit, dan utuh kembali
Mencandui semangat ketika pilu
terus meraja dan menggebu
Aku masih tertuju padamu
pada nafas malu-malu yang terus saja
Aku bahkan tidak peduli
Apa kau serupa morfin kasar atau nikotin kekuningan
Karena aku mencanduimu
dan aku tidak peduli
apa kau keperakan, kehijauan, atau kehitaman,
karena hujanku kau
pada nafas malu-malu yang terus saja
Aku bahkan tidak peduli
Apa kau serupa morfin kasar atau nikotin kekuningan
Karena aku mencanduimu
dan aku tidak peduli
apa kau keperakan, kehijauan, atau kehitaman,
karena hujanku kau
Label:
poems
Melahap Sepi
Aku menunggumu pada tanah yang sepi
Berteman kayu, daun, dan pohon yang juga menunggumu
Membaui udaramu yang tertinggal
Tersia-sia oleh angin berlalu
Aku terbiasa melahap sepi
Sampai meresap ke seluruh nadi-nadiku
demi menunggu kata yang kau lontarkan di tepian waktu
Aku terbiasa hanya meraba bayangmu
Karena wujud nyatamu yang tak juga hadir
Aku telah lama menikam waktu
Berusaha menghentikannya untukmu
Aku, akan tetap disini untukmu
Mungkin sampai nanti aku bersatu dengan sepiku
Berteman kayu, daun, dan pohon yang juga menunggumu
Membaui udaramu yang tertinggal
Tersia-sia oleh angin berlalu
Aku terbiasa melahap sepi
Sampai meresap ke seluruh nadi-nadiku
demi menunggu kata yang kau lontarkan di tepian waktu
Aku terbiasa hanya meraba bayangmu
Karena wujud nyatamu yang tak juga hadir
Aku telah lama menikam waktu
Berusaha menghentikannya untukmu
Aku, akan tetap disini untukmu
Mungkin sampai nanti aku bersatu dengan sepiku
Label:
poems
Berhenti pada Waktu
Aku melawan waktu
Menahan rindu semakin semakin meninggalkanku
Menahan sakit menguap menjauhiku
Tahukah kau, kenapa ku tahan sakit itu?
Sederhana saja,
Karena itu pemberianmu
Gila?
Ya, aku memang gila karenamu
Semua keping-keping tentangmu
Bahkan perih itu
Tak akan aku lewatkan pecah hilang menyublim begitu saja
Aku mau berhenti pada waktu
Agar bisa kubekukan segala tentangmu
Menahan rindu semakin semakin meninggalkanku
Menahan sakit menguap menjauhiku
Tahukah kau, kenapa ku tahan sakit itu?
Sederhana saja,
Karena itu pemberianmu
Gila?
Ya, aku memang gila karenamu
Semua keping-keping tentangmu
Bahkan perih itu
Tak akan aku lewatkan pecah hilang menyublim begitu saja
Aku mau berhenti pada waktu
Agar bisa kubekukan segala tentangmu
Label:
poems
Langganan:
Postingan (Atom)
