Lebaran 2010 (2)

Senin, 13 September 2010

| | | 0 komentar
Jumat, 10 September 2010

Lebaran!!!!! :D
Rasanya hari ini indah banget ya, he...
Kita bareng-bareng berangkat shalat Ied, terus sungkeman, terus foto-foto :)
Abis itu, masak-masak lagi :]. Kita masak cap jay, sop, oseng buncis, pergedel kornet, opor ayam, tempe goreng, srundeng, krupuk udang, bikin es carica, wah komplit lah pokoknya.
Salah satu keuntungan masak adalah, kamu bisa masak sambil temal-temil duluan, :P
Dan agak siang, tamu pun mulai berdatangan...
Berhubung piringnya lumayan terbatas, kita pun sibuk cuci piring. agak kerepotan juga sih soalnya personilnya kurang. Tapi, hepi aja lah...

Agak sorean, nah sekarang giliran kita yang muter. Dan aku pun jadi pengamat makanan. Disini, makanan yang pasti ada di setiap rumah adalah tape ketan, yang warnanya ijo, dibungkus daun pisang. Makannya biasanya pake emping. Aku gak begitu suka sih, tapi yang lainnya pada suka. Kalo kue-kue, standar lah, putri salju, kastangel, dan nastar. He, kalo kue q gak tahan, dicobain deh satu-satu. Sampe q hafal lo, merek putri salju yang enak tu 'Golden Star', kalo nastar sama kastangel gak ada merknya, jadi gak tahu. Pokonya toples yang ada bintangnya *apaan*

Abis selese muter-muter, istirahat deh, maen game, nonton TV, tiduran, hal-hal yang tak pernah sebebas ini kulakukan di rumahku :D

Lebaran 2010 (1)

| | | 0 komentar
Hola..hola..hola..
Akhirnya sampai lagi di Semarang :D
Q mau share sbagian pengalaman mudik tahun 2010 ni, he.....

Rabu, 8 September 2010
Kita berangkat dari rumah jam 10 malem. Maksudnya biar gak kena macet, tapi yah... sama aja, jalanan padat merayap. Akhirnya nyampe di Klaten jam 2 an. Abis itu sahur, ngobrol-ngobrol mpe Subuh, langsung tidur. Zzz

Kamis, 9 September 2010
Hoahm, sekitar jam stengah 6 q dah dibangunin lagi. Katanya, anak cewek gak boleh bangun siang-siang. Padahal masi ngantuk banget -___-. Pura-pura gak denger, malah didudukin sodaraku yang masi SD sambil diteriakin pula,
" Mbak Litaaaa, ayo bangun !!!!!"
Aduh, anak siapa sih ni. Teriak-teriak kenceng banget, pas di telinga lagi. Buset dah.
" Mbak Lita masih ngantuk, Rel, baru tidur sejam"
" Pokoknya bangunn!!!!!" sambil ditarik-tarik pula.
Heh....ya udah akhirnya terpaksa bangun. Padahal kmaren gak tidur seharian gara-gara bersihin rumah TT.

Abis mandi, rada segeran sih. Yah setidaknya saya sudah connect lagi. Terus main-main ke dapur, niatnya si icip-icip masakan, he... Ternyata ibu, tante, sama eyangq lagi ngumpul di dapur. Mbahas mau belanja apa. Biasa, setiap tahun emang eyangq pasti masak besar-besaran, soalnya kalo Lebaran banyak tamu di rumah Eyang.
Sekitar jam 10 an kita berangkat belanja ke Pasar dan tempat2 lain. Tentu saja, seperti biasa (lagi) saya jadi tenaga pengangkut. Alasannya pasti, "Kan muda, masih kuat". Hm
Dan, hari itu sepertinya puncaknya belanja. Pasar penuh, Matahari penuh, toko-toko penuh, hah... Pusing liat orang banyak desel-deselan. Kebanyakan barang yang kita cari juga pada habis. Akhirnya kita lompat dari satu tempat ke tempat lain. Ha...pegel........berat lagi. Sabar....
Sodaraku yang SD, si Aurel itu, dah sampe mokah gara-gara kecapekan. Hadu...
Setelah yang kita cari dapet semua, sekitar jam 3 an kita pulang ke rumah Eyang.
Dan semua langsung tepar dengan sukses.

Kita pada bangun sekitar setengah 6, langsung buka deh. Alhamdulillah, puasanya tuntas. Terus mandi, ikut takbiran bentar, leyeh-leyeh lagi, he...
Jam 9 an malem, acara masak-memasak pun dimulai. Yah, dicicil soalnya kalo besok semua gak bakal sempet. Kita pun motong-motong sambil ngobrol mpe malem. Jam 2 an baru tidur d.

Pengakuan

Kamis, 09 September 2010

| | | 0 komentar
Akhirnya, kukatakan padamu
Seucap kata di batas bibirku
Sederhana saja, tak semuluk kata 'cinta'
Sekedar menegaskan artimu

Maaf, sebegitu saja dulu batasku
Pun sudah membuatku berkubang malu,
Meski aku mekar dalam diamku

Mengertilah,
Bukan aku masih ragu
Hanya........

Masa Depan

Selasa, 07 September 2010

| | | 0 komentar
Akhir-akhir ini, aku sering ketemu sama temen ibukku
Dan pasti mereka nanya
'Kelas berapa?'
Dan setelah kujawab kelas XII, pertanyaan pun berlanjut
'Mau masuk mana? '
'Pingin jadi apa?'
Kalau aku jawab belum tahu,
Pasti mereka tanya lagi
'Loh kok belum tahu? Sebentar lagi lho.'

Aku bingung.
Yah, kemungkinan terbesarku masuk FEUI. Amin :)
Tapi kalo aku jawab gitu, mereka biasanya bilang
'Gak pingin jadi dokter? IPA kan?'
dan aku paling cuma bisa meringis menggeleng

Belakangan aku mikir,
Apa iya jalurku benar kalau aku masuk FE?
Apa memang disitulah tempatku?
Atau aku hanya terlena gara-gara dapat medali itu?
Apa aku memang benar-benar mencintai ekonomi?
Aku bingung

Kelas XII ini aku tiap hari berhadapan dengan IPA
dan aku menikmatinya
Aku mikir,
Bagaimana jika dalam 4 tahun kuliah nanti, aku merindukan sin cos tan
Bagaimana jika aku bosan mempelajari debet, kredit, dan retur
Bagaimana jika tiba-tiba aku ingin mempelajari reaksi-reaksi kimia
Atau bagaimana jika aku ingin belajar anatomi dan berkutat soal nama-nama Latin
Bagaimana jika aku jenuh?
Aku bingung

Siapa tahu masa depanku bagaimana
Meski sudah sekuat hati kumantapkan tekadku
Tetap saja bingung itu ada
Aku butuh sedikit pengukuhan kemauanku
Adakah yang tahu caranya?

Arti 100

| | | 0 komentar
Aku sering bertanya
Seberapa penting kau anggap 100 perak, kawan
Hanya sekeping logam saja
Terjatuh bahkan hilang kau anggap tak apa
Untuk jajan tak kenyang
Untuk pulang tak tiba
Untuk kerokan saat masuk angin pun tak bisa
Sebegitu tak berartinyakah keping 100 itu

Kau lupa, kawan
Ada mereka yang setia pada koin-koin 100 itu
Mereka yang mengumpulkannya saban hari
dan menjaganya
Pencinta uangkah mereka?
Bukan, sama sekali bukan
Mereka mau tidak mau membutuhkannya
Uang itu, keping koin itu itulah hidup mereka
Satu gelinding saja sudah berkah bagi mereka
Sedang kita, dengan angkuhnya sering tak memintanya dalam kembalian

Bangunlah, kawan
Jangan lagi kau hiraukan kepingan 100 yang tercecer
Tidak sekarang, tapi suatu saat kau akan memerlukan satu keping itu
Bukankah 1 M takkan lengkap tanpa 100, bukan?

Tak Teraba

| | | 0 komentar
Terima kasih pada rasa yang tak teraba
Tentang rindu yang selalu mampu melambungkanku
Meski tak tahu kutujukan pada siapa

Terima kasih pada kata yang tak terbata
Tentang rasa yang tak terungkap olehku olehmu
Meski telah sama-sama tahu maksud kita

Terima kasih pada sajak yang tak terbaca
Tentang kepingan kisah kronologi tentangmu
Meski sebenarnya kita tahu serpihan kepingan itu

Terima kasih pada suara yang parau
Yang tak mampu keluarkan sendu
Lantas, kau dan aku membisu
Terselip akan rasa-rasa yang tak teraba dan terbata
Maka, usah kau panjang itu pilu
Karena aku sudah bertutur semua padamu

Dan memang seharusnya, hanya kau dan aku yang tahu

Pada kawanku (2)

| | | 0 komentar
Pada kawanku,
Kali ini aku ingin sedikit mengungkap terima kasihku
Atas semua kebaikanmu, ketulusanmu

Terima kasih, telah selama ini menemaniku
Meski kadang aku mengusirmu
Terima kasih, telah mengajariku
Meski aku, dengan sombongnya berkata 'Aku bisa'
Terima kasih selalu membantuku
Meski aku tak memintanya
Terima kasih telah mempedulikanku
Meski aku dengan teguhnya berkata'Aku baik-baik saja'
Terima kasih telah mendengarkanku
Meski kadang aku tak peduli akan ceritamu
Terima kasih mau berbagi padaku
Meski kadang aku menyembunyikan banyak hal darimu
Terima kasih telah menghiburku
Meski aku sering berusaha untuk terlihat kuat sendiri
Terima kasih atas nasehatmu
Meski aku kukuh pada pendirianku
Terima kasih atas waktumu
Meski aku sering telat menemuimu
Terima kasih telah menyemangatiku
Meski aku berulang kali jatuh

Kawan, terima kasih untuk semua
Atas semua sokonganmu hingga ku berdiri saat ini
Aku selalu dan selalu butuh doronganmu
Terima kasih untuk semuanya yang telah ada
Maaf jika aku yang kurang menghargai jasamu
Tapi kali ini, izinkan aku dengan tulus

Terimakasih, kawan :)