Sabtu, 11 Juli 2015

| | | 0 komentar
so here i am at hongkong international airport, waiting my next flight to tokyo, reading my own blog.

oh my goddd, how i look so pathetic in my last two posts haha.

well, maybe it's true that i have high masocism and psychopat tendention level, directed by all of my favourite thiller movie, that every pain i get cure me better.

Greyduation

Rabu, 08 Juli 2015

| | | 0 komentar
So, this is how does it feels.
Graduation.

Sometimes people use "greyduation" since my faculty makara is grey. Today, i know the real meaning of that term. I graduate and my day is grey.

The only person i wish to come is not appear. The only person i wish to support me perhaps will not say anything if i don't request a day before. The only person i wish to celebrate this happiness together is somewhere far.

They said my life is perfect. Join an exchange but still get the cumlaude.
Is it?

I even want to directly back home after i finish my thesis defense. I don't want to take any picture. I don't want to fake this smile, this laugh. I don't want push my self to disguise this dissapointment. I want to sleep, forget everything. Hoping he'll find me unconcious and worry about me. But of course i can't.

How can i direspect all of my friends effort to come, and selfishly mumbling on my stupid personal thing? Again i laugh with them. Answer every person that ask, "where is he?" in as polite as possible sentence to ensure them we're allright. But still finally i can't hold it anymore. I back home and sleep. Still hoping he just joke with me, that when i wake up i'll see him surprise me. No, he didn't.

I don't want to be selfish person. I can't ruin his relationship with another person, i don't want people hate him. I want he have fun. But i only have one big day. Can't he just prioritize me this time?

I know i didn't be there on his big day, but it's different case. If i were here, of course i'll try my best to support him. Today he is here, but he choose to go with another girl. Hey mister, am i really get no attention from you anymore? Why you really close your heart from me that hard?

So this is it

Senin, 06 Juli 2015

| | | 0 komentar
So, finally.

I’ll write about him, the one that never i mentioned before. Because he is like my diary, that i don’t need anyone else to tell my world. And i’m too busy blushing to write. Even so, now i regret why i never write anything about him. Stupid.

Now, i can’t tell this to him. It’s too hard to bear everything. I’m tired pretending i’m alright, while in fact, i’m not. 

He is everything that i want.  The first one in my mind when i wake up, the last face i want to see before i sleep, and the dream that i hope last forever. He is the center of my world and my thought. I just easily laugh beside him, or even just remember him. His eyes, his lip, his smile, his laugh, his smell, his voice, his thought, his talk, his jokes, his arm, i just keep remember every detail about him. No place more comfort than his side. I just need him and i’ll be happy. It’s crazy but if you know me you’ll believe i say the truth.

But then, my world tumbled down in front of me.

He find another else.

I’m not the one.

Has he ever loved me for real?

All of beautiful image of our relationship just cracked out. For a moment, i don’t believe about love. How can he is?

Now i’m in the state that i’ve decided i won’t cry. What i should cry about? It’s just a composite of all of my fears, anxieties, insecurities, and hurt, but still won’t change everything. People say everyone need someone to be blame for relieving their anger. But i can’t angry to him. I can’t hate him. I understand he faced difficult times. I understand he needs someone else at his lowest point. I understand that he deserve to get better person than me. It just..... hurt.

There are times when i cry in the middle of night, when i just choose to sleep all day, when i even do not have any apetite, when i just get blank stare wherever and whenever, when i can’t focus on everything, when the only thing that i want is back to Indonesia, and ask him.

But i miss him so much. I’m afraid it will be our really last time. How if he choose her than me? They have so many things to fit each other. She is extrovert, much funnier than me of course. She likes blue. I like blue too, but now i like black more. She is law faculty, isn’t he adore law?. She like to go to the same park with him. She may know music more than me. She may more cute than me. She may smarter than me. HOW IF HE CHOOSE HER??? and again, i burst into tears.

Even so, finally, i’ve decided. I might not look weak. If it’s my last time with him, i don’t want he remember me on fucking ugly crying face. If it will be our last time, i want to give as much as love i hope i can always give to him.  Yes, i love him that much.

But I can't take him and all of this insecurities out of my mind. I'm too afraid. I just not ready to hurt. I don’t want waste our last time bubbling beside him ask for “Please do not leave me”. Although the sentence that i will always wanna say is “Please stay with me”

"Stay with me, please?"

Selamat Ulang Tahun, Sekolah Rumpin

Kamis, 17 April 2014

| | | 0 komentar
Selamat ulang tahun, Sekolah Kita!
Tanggal 13 April 2014 kemarin, SKR ultah kedua loh. Udah belajar jalan sekarang.

Adik-adiknya makin banyak, udah ada taman baca, kakak-kakaknya makin banyak, websitenya udah makin keren, sistemnya makin mapan, dan semoga...ke depannya SKR bisa lebih baik lagi, lebih, lebih, dan lebih. Semoga semua bahagia :))

Oya, konsep acara ulang tahun kedua ini super kerennnnn. Yang bikin kak Kitty, ga ngerti lagi dia kayaknya bukan manusia tapi dewi craft. Kalo kalian penasaran seberapa goddessnya dia, cek instagramnya aja @kitty_manu dan siap siap dibuat amaze sama segala bikinannya dia.
Ini nihhh, hasil konsepnya kak Kitty plus karya adik-adik kelas spesialis Prakarya

Adik-adik dapet bingkisan lucu-lucu nih masing masing :3

The decoration, and.....cupcakes! Ga kebayang ada ultah SKR begini di Rumpin

Cupcake = Smile

Syalalala dubidubidam wokokokok *speechles

Dannn inilah mereka para crafter SKR!

HAPPY BIRTHDAY

Rumpin!

| | | 1 komentar

“Kenapa harus jauh-jauh ke Rumpin sih Lit?”

                Hampir pasti deh kalo udah tanya mingguku habis ke mana dan ngapain, pertanyaan selanjutnya adalah ini. Yap, tiap dua minggu aku main-main sama adik-adik di Rumpin. Rumpin, yang kalo mau kesana berangkat dari UI jam 7 pagi, ke tanah abang dulu, ganti kereta ke cisauk, naik angkot, dan masih lanjut jalan kaki 1 km untuk mencapai rumah bu Neneng. Setelah selesai, dengan rute yang sama, aku bakal sampe kosan jam 4 sore. Jauh? Iya. Capek? Iya.

                Terus, kenapa harus Sekolah Rumpin? Alasan masuk awalku ga ada keren-kerennya. Cuma mau main sama anak-anak, tapi ga mau deket karena biar sekalian jalan-jalan. Yah tertarik sih sama nilai-nilai SKR tapi jujur awalnya ga sengerti itu. Jauh banget dibandingin sama kakak-kakak pengajar lain yang super keren, pemerhati pendidikan, dan segala keunikan mereka. Kayaknya kalo aku seleksi sekarang ga bakal diterima haha.

                Okelah, aku gabakal cerita jauh soal SKR itu sekolah yang semacam apa sih, kalau tertarik kalian bisa buka http://sekolahkitarumpin.com dan mengulik isinya. Intinya, SKR beda dengan komunitas pendidikan lain. Terutama, setelah semakin tahu juga sekolah lain seperti apa dan tentu saja membandingkan dengan SKR. Sistem di SKR itu kuat, ga bisa main-main kalo udah gabung di sini dan di jaga oleh orang yang kuat juga haha. Bahkan, meski bersifat volunteer, sekolah ini mewajibkan para pengajar membuat rencana materi ajar untuk satu tema dwibulanan serta mengisi laporan evaluasi setelah mengajar. Kayak guru beneran kan? :”

 Secara pribadi, hal yang paling disukai dari SKR adalah tema dwibulanan sih. Tema-tema SKR itu lebih kayak pelajaran kehidupan. Adik-adiknya di ajak mengenal sawah, kebun, pasar, agama, teknologi, dan lainnya. Ga rumit-rumit tapi justru ngajak mereka berpikir kritis. Terus adik-adiknya juga lovely. Kerasa banget waktu proyek KADO-Jambore Anak kemaren, adik-adik Rumpin pada bersikap manis, super sayang deh sama mereka.

Yah, malah cerita panjang. Padahal niatnya cuma mau share foto loh. Kebetulan pada suatu hari sodara dateng di saat aku ada jadwal ngajar di Rumpin. Jadilah mereka ikut ke Rumpin haha. Dan inilah hasil foto-fotonya!

Truk-truknya itu angkutin tanah loh buat bangun BSD



Iniii danau rumpin! Tiap ke Rumpin pasti lewat deh, kadang ada mr.buffalo juga yang lagi mandi
Bapak-Bapak truknya lagi istirahat
Kalo kanannya danau, jalan kirinya bisa liat sawah
Ati-ati, ada SUPER TRAP. Itu pupnya mr.buffalo mihihi

Setelah jalan tanah tadi, udah mau sampe rumah bu Neneng, yey
Terus mr.buffalonya lagi makan
Ini Rumpin
Waktu jalan pulang ketemu sama Kak Rara Sekar, vokalis Banda Neira aaaak. Kak Rara lagi bawa temen-temen Koperniknya maen ke Rumpin

Oke, Ini Photo of The Day banget. Makasih pakdhe difotoin dari belakang *alay
Ini cuma gambaran Rumpin sihhh, kalo foto-foto sekolahnya nanti tunggu post berikutnya :))
Sebab Setiap Tempat adalah Sekolah Kita

Sepulang dari Rumpin

Minggu, 02 Maret 2014

| | | 0 komentar
Sepulang dari Rumpin
Kereta Cisauk-Tanah Abang

Perutku sakit. Sakit. Sakit. Sakit. Kakak lain sudah terlelap dalam tidur siang mereka, dan Tuhan, menjaga sakit perut dalam posisi duduk tanpa menunjukkan ekspresi apapun rasanya hampir gila. Bahkan menahan sakit saat mengajar tadi tidak sefrustating ini. Tidak ada pilihan lain, aku harus turun di Tanah Abang. Turun di stasiun sebelumnya akan membuat jam pulangku mundur dua jam.

Aku coba berkonsentrasi pada sekelilingku. Membaca peta kereta, membaca larangan makan, membaca iklan mie sedap, menghitung bangku kosong, menghitung jumlah gantungan, mengomentari baju setiap penumpang. God, it doesn't work at all.


"Stasiun Pondok Ranji"

Sepertinya aku mulai membuat gerakan aneh atas akibat sakit perutku. Untungnya gerbong wanita ini cukup lengang dan masing-masing sibuk dengan gadget mereka. Sama, aku juga terlihat memegang tab dengan muka cukup serius. You don't say.

Ini bukan yang paling gila sebenarnya. Paling sakit ketika di Garut. Singkatnya, Aku dan Agnes 'harus' mengikuti penelitian dekanat, sebut saja Participatory Rural Assesment (PRA). PRA mengharuskan kita tiap akhir minggu tinggal di sana, membaur dengan warga, mengobrol, atau apapun dan itu mengharuskan kita seramah mungkin. Masalahnya, aku sakit gigi! Tanpa obat dan harus tersenyum mengobrol dengan orang-orang. It feels like dead

Di rumah pun ada Bu Sujanti dan Pak Jossy yang menunggu cerita. Akhirmya berakhir bahagia sih, mukaku mungkin sudah bertekuk tidak karuan sampai akhirnya aku dibelikan puyer sakit gigi di warung dan diberi air rebusan sirih. Tapi tetap saja, itu setelah semalam aku tidak bisa tidur dan dengan gila makan sesisir pisang.

Oh, ada lagi sih yang sakit. Waktu mau ke rumah Billal buat ambil foto buat bikin scrapbook. Jatuh dari motor, lututku sobek. Gabisa bilang sama orang rumah, ketahuan nanti aku bukannya kelas tambahan malah main ke rumah orang. Jadilah aku pulang dengan biasa aja. Act like nothing happen.

Masalahnya aku harus shalat dan sobek di lutut ini rasanya bikin selangkah deket sama akhirat. Gimana enggak, sujud tumpuannya di lutut. Dua kali tiap rakaat, belum dari duduk ke berdirinya. Tiap abis shalat aku terkapar sambil nangis-nangis. Hikmahnya, mama pikir aku berdoa sangat serius buat masuk kuliah.

Akhirnya ketahuan sih, gara-gara ujian praktek seni tari. Pake legging, dan leggingnya nempel di luka. Udah ga tahan lagi ga berani di tarik juga, eh kebetulan kamar dibuka. Ya sudah, udah ga perlu ditutupin, boleh pake celana pendek lagi, shalatnya sambil duduk. Dan yey sembuh.

"Stasiun Tanah Abang"

God, Thanks, Finally.... tinggal Tanah Abang-UI

Tak Teraba (2)

Sabtu, 01 Maret 2014

| | | 0 komentar
Ada yang berkata sajak adalah doa 
Meski yang dituju belum tentu
Ia mengalir dalam riak putaran waktu
dan kembali saat logika sudah tuli
memampatkan nafas yang terbuai
mencipta ironi yang berderu
seketika semua benderang
Terima kasih
Terima kasih telah menjadi yang Tak Teraba

Terima kasih pada rasa yang tak teraba
Tentang rindu yang selalu melambungkanku
Terima kasih pada kata yang tak terbata
Tentang rasa yang tak terungkap olehku olehmu
Meski telah sama-sama tahu maksud kita
Terima kasih pada sajak yang tak terbaca
Tentang kepingan kisah kronologi tentangmu
Meski sebenarnya kita tahu serpihan itu
Terima kasih pada suara yang parau
Yang tak mampu keluarkan sendu
Lantas kau dan aku membisu
Terselip akan rasa-rasa yang tak teraba dan terbata
Maka, usah kita panjang ini pilu
Karena aku sudah bertutur semua padamu
Dan memang seharusnya hanya kau dan aku yang tahu
Selasa, 7 September 2010 15.10

Bukan Kode

Jumat, 16 Agustus 2013

| | | 0 komentar

I Wanna Grow Old With You
Another day 
Without your smile 
Another day just passes by 
But now I know 
How much it means 
For you to stay 
Right here with me 

The time we spent apart will make our love grow stronger 
But it hurt so bad I can't take it any longer 

I wanna grow old with you 
I wanna die lying in your arms 
I wanna grow old with you 
I wanna be looking in your eyes 
I wanna be there for you 
Sharing everything you do 
I wanna grow old with you 

A thousand miles between us now 
It causes me to wonder how 
Our love tonight remains so strong 
It makes our risk right all along

Things can come and go I know but 
Baby I believe 
Something's burning strong between us 
Makes it clear to me 


Aku juga mau punya suami yang ngajak anaknya jalan-jalan :)

Rabu, 22 Mei 2013

| | | 0 komentar
Lebih mudah saat kau tak peduli apapun
Melangkah dan terima apa saja yang dunia beri, pun acuh jika tak menerima apapun
Lebih mudah saat kau hanya mengikuti alur
Lepas dari jebakan gravitasi yang menjatuhkan namun menegakkanmu berdiri
Lebih mudah saat kau tak punya pilihan
Tinggal berkata, keadaan tidak memungkinkan
Lebih mudah saat kau berjalan pada rute sama
Tidak perlu tebas onak duri seberang laut
Lebih mudah saat kau terus percaya pada kenyamanan semu
Ah, sudah kudapatkan ini

Namun mudah tak selalu lebih baik dari sulit
Tidak jika mau coba kalkulasikan dengan hasilnya

Lelah, ya, 
Mengejar apapun yang perlu kaudapat
Sakit, ya
Jatuh dari hal yang menopangmu sendiri
Pusing, ya
Pilihan memang tak pernah sederhana
Takut, ya
Rute perintis tak membiarkanmu istirahat
Kalah, ya
Tapi peliharalah perasaan itu

Akan lebih rumit, saat kau mulai berkutat meraba egoisme sendiri
Tujuan, prioritas, pencapaian, persaingan, sakit, lelah, bosan, hingga tidak tahan
Nyaman menjadi samar, tenang menjadi impian
Tapi inilah perjalanan
Jika kau terjerat, akankah lanjut mencari penawar atau kembali penuh luka?
Semua bahkan awalnya adalah soal pilihan
Namun saat kau mengambil pilihan itu, percayalah semesta akan memilihmu
Bukankah dunia adalah korelasi besar yang berjalan dengan dasar kasualitas?
Tegarlah, ada banyak mata awas perjuanganmu

Lagi-lagi, semua menurutku

Coklat dan Roti

| | | 0 komentar
Depok, larut malam dan mulai merindukan sarapan

Pada nampan, bangku, dan suara yang awam

Seperti pencuri pendosa
remah roti di bangku dan tetesan coklat terisa
menyela rasai kembali
utopia lawas suatu kebetulan
mengendap dari khalayak
keluar, meletup di sudut ini
tawa yang terekam roti
senyum dalam tetesan
bolehlah kusesap lagi
toh Tuan tidak rugi, bukan?


hamba yang mendahaga
berharap sudi membagi dan makan lagi untuk kucuri




Pertemuan

Senin, 20 Mei 2013

| | | 0 komentar

Klasik, ah ya sebuah pertemuan
Seperti persinggahan kedai kopi di musim hujan
Hanya cerita, bukan untuk menjadi melankolia
***

“Tidak banyak lelaki seperti dia”
“Mengapa? Sudah lama bukan kau berandai liar?”   
            Selalu ada ruang ekspektasi orang lain, bahkan pada hal terpribadimu sekalipun. Inilah, tak perlu kuceritakan setiap perjumpaan.
***
“Nduk, ayo! Tamu-tamu sudah nunggu di bawah”
            Apa definisi kebahagiaan? Pilihan dan takdir yang sejalan? Sayang aku lupa, aku selalu tak pandai memilih sejak kecil.
***
“Nasya?”
            Bisakah suara seseorang terapal begitu menggema di kepalamu hingga bertahun sesudahnya? Ya, dia, dia disana dan nyata.
“Ah, ya. Apa kabar?”
            Sedikit basa-basi tidak dosa kan? Dia, dia yang sama.
            Lalu semua hanya permainan waktu. Salah jarum jam yang tiba-tiba terlalu bersemangat dan matahari yang terlalu ingin cepat beristirahat. Lantas, semua persinggahan harus diakhiri. Tidak, ini hanya pertemuan.

Untuk dia

| | | 1 komentar

Pada sebuah folder yang tak boleh diketahui, tersimpan melingkupi zona detak ekspektasi,  yang malu-malu kudoakan sebelum tidur, yang tak tahu diri memaksaku menyapa di pembuka hari, tertera sebuah nama, yang terapal dalam inersia. Kau: Siapa?

Walking

Rabu, 30 Mei 2012

| | | 0 komentar


Jalan-jalan pagi, sepedaan, dan renang: pilihan paling menyenangkan memulai hari.
Yah, kalau di UI cuma bisa jalan-jalan pagi sih,

waking up early, walking, and taking the time to see things whole
simple pleasure :D

After a day's walk everything has twice its usual value
G.M. Trevelyan



UAS= to the max

| | | 0 komentar

no matter these subjects are not my favourite
no matter i don't understand what i read
no matter i get jackpot lecturers
no matter my score at UTS
no matter many things must be thought

the only thing i have to do now is

"Going to extramiles" 

FIGHT

saveUAS

Kamis, 24 Mei 2012

| | | 0 komentar

Some madness before UAS, haha
true story

random memory #1

Minggu, 20 Mei 2012

| | | 0 komentar
When I cannot sing my heart, I can only speak my mind -The Beatles
:) :) :) 

Good News

Sabtu, 19 Mei 2012

| | | 1 komentar
Malam, waktu yang selalu tepat untuk berandai-andai.

Pagi, aku terbangun di kamar yang sama, rutinitas yang sama. Melangkah keluar untuk berjalan-jalan pagi dan mencari pengganjal perut setelah melewatkan makan semalam. Beberapa warung makan dan toko masih tutup. Paling hanya penjual gorengan yang sudah siap dibalik gerobaknya, itupun masih sibuk mengaduk adonan. Ya sudahlah, kutinggal jalan saja.

Keluar dari gerbang Kutek, aku berhenti sebentar. Menarik napas panjang, menikmati udara pagi. UI masih sepi, paling hanya rombongan sepeda bapak-bapak yang tadi melintas. Hm, andai sepedaku kubawa ke sini juga. Aku berbelok ke jalan cinta. Jalan paling tepat untuk menikmati pagi. Hutan di sisi kanan yang masih lebat, diiringi bunyi tonggeret dan kicau burung. Masih ada suasana ini disini.

Masih pagi, dan aku bisa berjalan sampai manapun di UI ini.
Berjalan dan berjalan

Sampai di stasiun, kuputuskan membeli koran. Pilihanku jatuh pada 'Good News', koran paling sering kubeli. Sembari beristirahat di halte stasiun, kubaca-baca koran itu.

"Indonesia Juara Umum Olimpiade Matematika WIZMIC 2012"
Wah, anak-anak SD kebanggaan negara ini. Keren sekali foto mereka membawa sang merah putih sambil berkalung medali. Ini sudah kedua kalinya ternyata, aku tak tahu berita ini tahun lalu. Hm, prestasi yang hebat.
Tersenyum, mataku beralih ke berita selanjutnya.

"Jawa Pos raih World Young Reader Prize 2012"
Wow, koran nasional Indonesia menjadi koran tebaik dunia dalam inovasi dan meraih pembaca muda. Berarti jurnalistik Indonesia cukup berkembang. Tak kalah dengan media massa negara lain. Media massa yang maju, masyarakat yang maju. Ah, senangnya tinggal di negara yang optimis akan maju ini.

Kulihat jam, Hah! sudah setengah 8, aku harus buru-buru kembali ke kos untuk bersiap kuliah. Kubereskan koran sambil berjalan menuruni tangga stasiun, dan BRUK!

Masih pukul 3 pagi.
Ternyata mimpi.
Sudahlah, mata ini tak lagi berat juga. Aku duduk dan memikirkan mimpi barusan.

Ya, aku sendiri terkadang lelah membaca berita yang ada saat ini. Pesawat Jatuh, Korupsi, Tingkah Laku DPR, Penyiksaan TKI, apa tidak ada berita yang menghibur?

Media selalu heboh dan ramai oleh pemberitaan bencana dan kejelekan Indonesia. Diekpos setiap hari. Tidak berita tidak infotainment, semua membahas kasus sama, video yang sama. Kesannya Indonesia tidak ada bagus-bagusnya. Satu kasus muncul, diumbar, dibahas habis-habisan. Belum tuntas kasus selesai, muncul kasus pengalihan yang lebih menggemparkan lagi. Susul menyusul berita kontroversial. Miris.

Paling-paling berita agak membahagiakan saat presiden mau mantu. Itupun, ada pembahasan politiknya juga. Berita bahagia buat siapa? Hah.....
Perasaan Indonesia tidak terlalu buruk. Saat masih di olimpiade, sering aku mendengar kabar kemenangan Indonesia di kancah Internasional. Prestasi anak-anak bangsa. Sekarang, aku lebih merasa buta terhadap pengetahuan semacam itu. Indonesia meraih apa? Di mana posisi Indonesia saat ini?

Berita memang ada untuk memberitahu masyarakat tentang masalah negara dan bangsa saat ini. Tetapi menurutku, masyarakat juga perlu diberitahu tentang sisi baik dari negara ini. Agar kita tetap optimis bahwa Indonesia ini bisa maju, bahwa kita masih memiliki segudang potensi.

Ada perkataan bapak-bapak di Gang Senggol yang menyentilku,
"Siapapun presidennya, Indonesia ya bakal tetep gini."


Pudarkah optimisme masyarakat?

Ah, Andai setiap hari ada Good News.




#(name)#

Kamis, 17 Mei 2012

| | | 0 komentar
sebab sudut tak beranjak
aku akan selalu bisa mengadu
saat bungkam karena kesopanan
dan akulah bentuk sopan

rupa dan gerak terpatri semu
sapa yang tertahan
getar, berkecipak, dan tersipu
tak usah berprasangka
berharap jarak terlumat waktu

cukup pertengkaran naluri logika ini
sudahlah,
toh semua masih bisa terlarut dalam hujan







The Greatest Love of All - Whitney Huston

| | | 0 komentar
I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all they beauty the posses inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children's laughter remind us how we used to be

Everybody searching for a hero
People need someone to look up to
I never found anyone who fulfill my needs

A lonely place to be
So I learned to depend on me

[chorus]
I decided long ago, never to walk in anyone's shadows
If I fail, If I succeed
At least I'll live as I believe
No matter what they take from me
They can't take away my dignity

Because the greatest love of all
Is happening to me
I found the greatest love of all
Inside of me
The greatest love of all
Is easy to achieve
Learning to love yourself
It is the greatest love of all

I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all they beauty the posses inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children's ;aughter remind us how we used to be

[chorus]
And if by chance, that special place
That you've been dreaming of
Leads you to a lonely place
Find your strength in love

suka dan setuhu bangetttt sama lagu ini :':))


Memoir

| | | 0 komentar
Saya bukan penjaga waktu, Tuan. Yang kalau Tuan pinta putar ingat-ingat juga tak bisa kembali rasa-rasa dulu. Bukan berarti tak ada, tapi tak akan ada perwujudan lagi dari rasa itu. Tidak akan berhak lagi tepatnya.
Saya tahu sedang apa dan bagaimana Tuan sekarang, tak terikat dengan yang lalu. Waktu saya sendiri, waktu tuan sendiri. Tak mungkin Tuan memiliki waktu sekarang dan waktu lalu bersamaan,
Tuan harus tahu, saya pemegang kata-kata yang baik. Tuan boleh percaya dan berbagi pada saya kalau Tuan sedih. Saya bisa bernegosiasi meminjam sedikit waktu. Tetapi Tuan tentu ingat, kita hanya bak pasar malam.

Tuan sering bicara saya pembawa warna. Apa yang Tuan ingat tentang warna? Putih, merah, hitam, atau baju-baju saya? Berjalanlah Tuan, warna-warna akan selalu ada. Bahkan begitu Tuan menoleh dari saya.
Cukuplah Tuan perundingan waktu ini. Walau tadi Tuan yang menginisiasikan pertemuan ini, maafkan saya yang harus mengakhirinya lebih dulu. Tuan dan saya sama-sama tahu, ini soal yang tak akan selesai di tawar balikkan.